Pembahasan RUU Minol, Perajin Diminta Tetap Produksi Etanol

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo meminta kepada perajin etanol tetap memproduksi etanol sesuai dengan perizinan yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan medis dan kesehatan. Perajin dilarang memproduksi minuman keras (miras) jenis ciu karena melanggar peraturan. Sebab pemerintah bersama DPR RI sekarang sedang melakukan pembahasan terkait Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Minuman Beralkohol (Minol).

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo, Sutarmo, Minggu (22/11/2020), mengatakan, adanya pembahasan RUU Minol oleh pemerintah bersama DPR RI yang nantinya terkait pelarangan miras maka khususnya di Sukoharjo tertuju di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Polokarto. Sebab di kecamatan tersebut banyak terdapat perajin etanol namun dalam menjalankan usahanya justru banyak memproduksi miras jenis ciu.

Keberadaan ciu tersebut menjadi sorotan apabila dilarang sesuai RUU Minol maka berdampak pada nasib perajin. Pelarangan akan membuat perajin terpaksa kehilangan pekerjaan dan menambah pengangguran. Dampak lainnya juga berpengaruh pada kondisi ekonomi perajin di wilayah Kecamatan Mojolaban dan Polokarto.

“Memang izinnya perajin itu memproduksi etanol untuk memenuhi kebutuhan medis dan kesehatan. Namun ternyata banyak perajin yang memproduksi miras jenis ciu dan ini jelas melanggar peraturan. Jadi adanya pembahasan RUU Minol oleh pemerintah dan DPR RI ini segera direspon khususnya perajin di wilayah Mojolaban dan Polokarto untuk tetap memproduksi etanol,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI