Pembangunan Jembatan Gadingan Mojolaban Belum Jelas

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pembangunan jembatan di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo sampai sekarang belum jelas. Kemungkinan pelaksanaan pembangunan mundur mengingat apabila dipaksakan sekarang waktunya tidak cukup. Pemkab Sukoharjo sendiri sampai sekarang juga masih menunggu kejelasan dari pemerintah pusat. Sebab ada perbedaan pendapat dimana pusat dikabarnya hanya akan mebangun jembatan gantung, sedangkan Pemkab Sukoharjo menginginkan jembatan permanen.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo Suraji, Minggu (10/9/2017) mengatakan, belum bisa memastikan kapan pembangunan jembatan Gadingan, Mojolaban dilaksanakan. Sebab sampai sekarang belum ada kejelasan dari pemerintah pusat.

Kendala terbesar dihadapi berkaitan dengan desain pembangunan jembatan Gadingan, Mojolaban. Sebab Pemkab Sukoharjo menginginkan pembangunan jembatan permanen, namun dari pusat kemungkinan hanya memberikan jembatan gantung.  

Pemkab Sukoharjo sudah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat namun belum ada jawaban sampai sekarang. Jawaban tersebut sangat penting dan dibutuhkan untuk mengetahui status rencana pembangunan.

“Yang jelas dari Pemkab Sukoharjo meminta pembangunan jembatan permanen bukan jembatan gantung. Kami belum terima jawaban dari pusat setelah sebelumnya kami mengirim surat kesana. Jadi kapan pembangunan dilaksanakan kami belum tahu,” ujar Suraji.

Terkait dengan kondisi tersebut pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bersabar. Sebab jembatan permanen dianggap cocok dan layak untuk dibangun di Gadingan, Mojolaban dibanding hanya jembatan gantung.

“Pembangunan jembatan di Gadingan, Mojolaban ini sepenuhnya jadi kewenangan pemerintah pusat. Kami hanya bisa menunggu saja. Beda kalau pembangunan jembatan itu kewenangan Pemkab Sukoharjo maka langsung kami bangun. Seperti halnya pembangunan jembatan Bulu dan jembatan Lengking sedang kami kerjakan sekarang,” lanjutnya.

Suraji menjelaskan, rencana pembangunan jembatan Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo menghubungkan dengan Beton, Kampung Sewu, Kota Solo diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 25 miliar dari APBN. Jembatan dibangun sebagai fasilitas untuk masyarakat melintasi Sungai Bengawan Solo.

“Sejak awal pak bupati mintanya jembatan permanen bukan jembatan gantung. Kenapa permanen karena ada kajian ekonominya seperti di Jembatan Brangkal Nguter dan Lengking Bulu. Disana jembatanya meski kecil namun permanen dan bisa dilintasi mobil walaupun harus gantian karena tidak bisa bersimpangan,” lanjutnya.

Jembatan permanen di Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo yang menghubungkan Beton, Kampung Sewu, Kota Solo diharapkan juga bisa dilintasi kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. Dengan demikian maka pertumbuhan ekonomi masyarakat disana bisa berjalan.

“Desain jembatan gantung itu dari pusat. Kalau disetujui permintaan kami dibangun jembatan permanen maka desain itu bisa berubah. Kami masih menunggu jawaban dari pusat,” lanjutnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI