Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Sukoharjo Ditunda

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Rencana pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Januari 2021 mendatang resmi ditunda setelah turun surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Penundaan belum diketahui sampai kapan berakhir menunggu meredanya kasus penularan virus corona selesai. Sekolah diminta tetap melanjutkan sistem belajar mengajar secara online yang sudah berjalan selama ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Jumat (18/12/2020), mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo sudah menerima surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertanggal 16 Desember dengan nomor 445/0017480 tentang antisipasi peningkatan COVID-19. Garis besar isi surat tersebut yakni usaha menekan penularan virus corona dan menunda pembelajaran tatap muka di sekolah. Surat edaran tersebut kemudian disosialisasikan ke semua sekolah di Sukoharjo untuk ditindaklanjuti.

Sekolah sangat memerlukan informasi sesuai surat edaran gubernur mengingat sebelumnya sudah banyak persiapan dilakukan dalam menghadapi pembelajaran tatap muka Januari 2021 mendatang. Rencana tersebut resmi ditunda berdasarkan aturan baru dari provinsi sampai batas waktu belum ditentukan.

“Pembelajaran tatap muka di sekolah Januari 2021 mendatang memang masih sebatas rencana. Tapi sekolah sudah melakukan persiapan dan perkembanganya sekarang harus ditunda sesuai surat edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,” ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo sepenuhnya siap melaksanakan apa yang menjadi kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penundaan pembelajaran tatap muka di sekolah menjadi solusi terbaik bagi siswa dan guru termasuk masyarakat. Kebijakan serupa juga dikeluarkan pemerintah pusat setelah melihat perkembangan kasus positif virus corona sekarang masih tinggi.

Pengawasan masih akan dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan siswa. Pengawasan meliputi aktivitas guru atau tenaga pendidik serta siswa agar pembelajaran tetap bisa berjalan baik. Pembelajaran sekolah sekarang masih dilakukan dengan sistem online. “Kegiatan belajar mengajar sekarang masih online dan akan diteruskan setelah ada kebijakan penundaan pembelajaran tatap muka,” lanjutnya.

Sosialisasi penundaan pembelajaran tatap muka di sekolah setelah ini akan disosialisasikan ke orang tua murid. Informasi penundaan pembelajaran tatap muka baru diketahui secara resmi berdasarkan surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepara Pemkab Sukoharjo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta kepala sekolah dan guru.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo juga masih menunggu kebijakan lanjutan baik dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat siapa tahu nanti kasus virus corona turun drastis dan pembelajaran tatap muka diperbolehkan. Namun saat ini yang dipakai patokan kebijakan dari surat edaran gubernur,” lanjutnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo menerima keluhan berupa kekhawatiran dari orang tua murid terkait rencana penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah Januari mendatang. Keluhan disampaikan orang tua murid melalui sekolah mengingat kondisi sekarang masih zona merah dan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona. Meski demikian, persiapan terus dilakukan dan siap diterapkan bulan depan.

Darno mengatakan, keluhan muncul berupa rasa kekhawatiran orang tua murid disampaikan melalui sekolah dan diteruskan ke dinas. Kekhawatiran tersebut dianggap wajar mengingat kondisi sekarang masih zona merah dan status KLB virus corona sesuai dengan keluhan orang tua murid.

“Ada keluhan berupa rasa kekhawatiran dari orang tua murid khususnya yang memiliki anak anak usia sekolah PAUD, TK dan SD. Para orang tua murid khawatir anak anak mereka akan tertular virus corona karena kondisi sekarang masih zona merah dan KLB virus corona. Kami anggap wajar itu dan segera dicarikan solusi,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI