Pembelajaran Tatap Muka Terapkan Sistem Selang-seling

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sekolah memberlakukan sistem selang-seling selama pembelajaran tatap muka (PTM) dengan maksud agar jam siswa saat belajar tidak bersamaan bertemu hingga menimbulkan kerumunan. Siswa sebelum dan setelah belajar juga dilarang berkerumun untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Darno, Sabtu (11/09/2021) mengatakan, sistem belajar mengajar saat PTM mulai dilaksanakan di sekolah pada 13 September mendatang. Jam belajar mengajar siswa dan guru dibuat berbeda antar kelas agar tidak terjadi kerumunan massa di sekolah.

Disdikbud Sukoharjo memastikan semua sekolah sudah menyusun jadwal kegiatan belajar mengajar sebagai persiapan PTM. Jadwal tersebut juga telah disosialisasikan ke guru dan siswa.

“Jadwal jam belajar siswa dibuat selang-seling. Guru juga berlaku sama. Misal ada sepuluh kelas, maka lima kelas mulai belajar pukul 07.00 WIB dan lima kelas lagi mulai belajar pukul 08.00 WIB. Sistem itu untuk menghindari kerumunan massa di sekolah,” ujarnya.

Disdikbud Sukoharjo meminta pada sekolah untuk aktif menyesuaikan jadwal yang telah disusun pada siswa dan guru. Sebab PTM digelar masih dalam kondisi pandemi virus Corona. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi penyebaran kasus virus Corona di sekolah.

“Siswa datang dan pulang sesuai jadwal. Setelah datang dan sesudah pulang tidak boleh nongkrong dan berkerumun. Penjemputan hanya dilakukan oleh orang tua atau keluarga dari sekolah langsung pulang ke rumah,” lanjutnya.

Untuk menghindari kerumunan massa di sekolah maka Disdikbud Sukoharjo juga akan melakukan pemantauan. Pembelajaran hanya berlaku di ruang kelas saja dengan jumlah siswa yang telah ditentukan oleh pemerintahan. Di ruang kelas juga dilakukan pengaturan jarak meja dan kursi yang digunakan.

Khusus untuk sekolah yang masih menggelar simulasi PTM, Darno meminta agar dilakukan sesuai ketentuan berlaku. Sebab sekolah tersebut masih dalam tahap simulasi dan setelahnya akan dilakukan evaluasi. Apabila ada pelanggaran dilakukan maka akan menentukan bagi Disdikbud Sukoharjo apakah sekolah tersebut nantinya diperbolehkan menggelar PTM atau tidak.

“Untuk sekolah yang masih simulasi tentunya penerapan protokol kesehatan harus lebih ketat diterapkan. Jangan lengah karena akan menentukan nasib sekolah itu sendiri berikutnya terkait PTM,” lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo, mengatakan, Pemkab Sukoharjo sudah memutuskan kebijakan PTM dan simulasi PTM di sekolah akan dimulai pada 13 September 2021. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo melakukan langkah persiapan teknis dengan pengecekan sekolah. Nantinya PTM hanya akan dilaksanakan di sekolah yang sebelumnya sudah pernah melaksanakan simulasi PTM.

“Semua tergantung pada kesiapan masing-masing sekolah. Apabila sekolah belum siap maka sekolah jangan memaksakan diri. Proses tetap dilakukan secara ketat. Penundaan terhadap sekolah yang belum siap lebih baik daripada terjadi penyebaran virus Corona,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI