Pemdes Bekonang Terapkan Sistem Piket Pelayanan Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemerintah Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban menerapkan sistem piket maksimal dua orang perangkat desa memberikan pelayanan pada masyarakat. Pelayanan sementara tersebut tetap dilaksanakan di Balai Desa Bekonang, Mojolaban setelah Kepala Desa terkonfirmasi positif virus corona. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terus memantau perkembangan mengingat kasus positif virus corona di Sukoharjo masih tinggi.

Kasi Kesra Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban Candra, Kamis (02/07/2020) mengatakan, pelayanan pada masyarakat tetap dilaksanakan di Balai Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban meski sebelumnya muncul kasus Kepala Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban diketahui positif virus corona. Usai kejadian tersebut muncul kebijakan baru dilakukan pencegahan agar tidak terjadi penyebaran virus corona di Balai Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban. Bentuknya, berupa pembatasan perangkat desa masuk kerja serta keluar masuk orang meminta pelayanan.

Pemerintah Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban masih membuka pelayanan pada masyarakat dan tidak melakukan penutupan meski baru saja ada temuan kasus positif virus corona. Hal itu dilakukan mengingat banyaknya permintaan pelayanan dari masyarakat khususnya administrasi kependudukan.

“Pelayanan masyarakat tetap buka dan tidak ditutup setelah temuan kasus positif virus corona. Di Balai Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban dilayani dua orang petugas,” ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Selasa (23/06/2020) mengatakan, satu kasus seorang kepala desa positif virus corona merupakan Kepala Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban. Status tersebut sudah diinformasikan kesemua pihak untuk ditindaklanjuti petugas terkait. Salah satu bentuk tindakan yang dilakukan yakni dengan gerak cepat menggelar rapid test terhadap semua perangkat desa, keluarga dan kontak erat.

Total ada 29 orang sudah menjalani rapid test digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Rapid test langsung digelar setelah ada kepastian status Kepala Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban positif virus corona. Hasil rapid test diketahui semuanya non reaktif atau negatif.

Petugas sudah menginformasikan hasil rapid test kepada semua peserta. Tahap selanjutnya, meski non reaktif namun sebanyak 29 orang tersebut wajib menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo akan melakukan pemantauan penuh terhadap mereka hingga nanti dipastikan terbebas dari virus corona.

“Sumbernya dari Kepala Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban positif virus corona. Maka dilakukan rapid test terhadap 29 orang berasal dari perangkat desa dan kontak erat. Sedangkan dari mana sumber penularan kasus positif virus corona dari Kepala Desa Bekonang, Kecamatan Mojolanan tersebut masih kami lakukan pelacakan,” ujarnya.

Kepala Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban yang diketahui positif virus corona sudah mendapat penanganan perawatan medis di rumah sakit di Kota Solo. Perkembangan hasil diketahui menunjukan kondisi membaik setelah ditangani dokter. (Mam)

BERITA REKOMENDASI