Pemilih Terkonfirmasi Corona Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemilih yang sedang menjalani isolasi mandiri dan rawat inap terkonfirmasi positif virus corona tetap mendapatkan hak menggunakan hak pilih dalam Pilkada 2020. Para pemilih tersebut nanti dapat menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara (TPS) berdekatan dengan rumah sakit atau petugas mendatangi tempat isolasi mandiri. Kelonggaran tersebut diberikan mengingat pelaksanaan Pilkada 2020 bersamaan dengan kondisi pandemi virus corona.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Nuril Huda, Senin (23/11/2020), mengatakan, pemilih yang sedang menjalani rawat inap, isolasi mandiri dan atau positif virus corona dapat menggunakan hak pilihnya di TPS yang berdekatan dengan rumah sakit. Hal itu sesuai dengan petunjuk dari pusat berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada 2020 ditengah pandemi virus corona.

Dalam pelaksanaan nanti KPU kabupaten atau kota dibantu PPK atau PPS berkerjasama dengan rumah sakit atau tempat isolasi kasus virus corona melakukan pendataan pemilih yang akan menggunakan hak pilih di rumah sakit paling lambat satu hari sebelum hari pemungutan suara. KPU kabupaten atau kota kemudian menugaskan PPK atau PPS untuk menyiapkan TPS yang akan melayani pemilih terkonfirmasi positif virus corona dengan mempertimbangkan jumlah pemilih yang akan menggunakan hak pilih dan ketersediaan surat suara.

KPU kabupaten atau kota kemudian memberikan formulir model A-5 KWK kepada pemilih tersebut paling lambat satu hari sebelum hari pemungutan suara. Setelah diketahui TPS mana yang digunakan, Ketua KPPS menugaskan anggota paling banyak dua orang dan dapat didampingi oleh Bawaslu kelurahan atau desa dan pengawas TPS dan saksi dengan membawa perlengkapan pemungutan suara mendatangi tempat pemilih di rumah sakit.

Pelayanan penggunaan hak pilih tersebut pukul 12.00 WIB sampai selesai. Petugas KPPS mencatat pemilih yang menggunakan hak pilih dan menerima model A-5 KWK dari pemilih. Anggota KPPS yang membantu pasien menggunakan hak pilihnya wajib merahasiakan pilihan pemilih yang bersangkutan. Dalam hal pasien baru belum terdata, pemilih dapat menggunakan hak pilihnya sepanjang surat suara masih tersedia.

“Pemilih terkonfirmasi positif virus corona baik yang menjalani rawat inap di rumah sakit dan isolasi mandiri tetap mendapatkan hak pilihnya. Penggunaan hak pilih nanti akan dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona mengingat kondisi sekarang masih pandemi virus corona,” ujarnya.

Nuril melanjutkan, untuk pemilih kasus positif virus corona yang menjalani isolasi mandiri di rumah dan tidak bisa mendatangi TPS juga tetap bisa menggunakan hak pilihnya. KPPS dapat melayani hak pilihnya dengan cara mendatangi pemilih tersebut dengan persetujuan saksi dan Bawaslu kelurahan atau desa atau pengawas TPS dengan mengutamakan kerahasiaan pemilih. (Mam)

BERITA REKOMENDASI