Pemimpin Sukoharjo Harus Pintar Memutus Penyebaran Covid-19

SOLO, KRJOGJA.com – Kriteria calon pemimpin (bakal calon bupati – wakil bupati) di wilayah Sukoharjo perlu ditambah yakni bakal calon (balon) bupati dan balon wakil bupati (Wabup) harus piawai memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Jangan seperti sekarang akibat pemimpinnya teledor, Kabupaten Sukoharjo kini menyandang predikat nomor dua terbanyak kasus pasien terkonfirmasi positif virus corona Covid-19 se-Jawa Tengah,” ujar Balon Bupati Sukoharjo KP Henry Indraguna didampingi Balon Wabup Sukoharjo Puguh Sutarto usai halal bilhalal dengan Tim Relawan Sukoharjo Bangkit Bersama di Solo Baru, Jumat (12/6/2020).

Mengutip data dari gugus tugas Covid-19 Propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Sukoharjo kini menyandang predikat nomor dua terbanyak kasus pasien terkonfirmasi positif virus corona Covid-19 se-Jawa Tengah.Per Selasa (19/5/2020), jumlah komulatif kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Sukoharjo tercatat sebanyak 67 kasus.

“Hal itu memprihatinkan ,itu menyangkut keselamatan nyawa rakyat, pemimpin harus tanggap untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 agar tidak merebak di wilayah Sukoharjo,” ujarnya.

KP Henry bahkan mengusulkan agar kriteria bakal calon kepala daerah termasuk Sukoharjo yang mendapat rekomendasi dari DPP PDI P adalah kader PDI P yang memiliki kemampuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. “Rakyat Sukoharjo sekarang ini membutuhkan pemimpin selain anti korupsi juga berani dan piawai untuk mengendalikan memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19),” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI