Pemkab Boyolali Ijinkan Padusan Secara Pribadi Dengan Pembatasan

Editor: Agus Sigit

BOYOLALI, KRjogja.com – Masyarakat khususnya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah memiliki adat kebiasaan atau tradisi yang dinamakan ‘Padusan’. Padusan ditujukan untuk membersihkan jiwa dan raga, agar nanti dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Namun demikian, karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka tradisi yang biasa diselenggarakan secara adat terpaksa ditiadakan.

Ditemui di lokasi Umbul Sungsang Pengging Kecamatan Banyudono, Minggu (11/4/2021),Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Susilo Hartono menjelaskan bahwa padusan secara pribadi diperbolehkan, akan tetapi penyelenggaraan padusan tahun ini tidak ada ritual, tidak dilakukan promosi, dan tidak ada hiburan rakyat. Hal ini tentunya dikarenakan oleh aturan PPKM Mikro yang masih berlangsung, dimana tempat rekreasi harus membatasi jumlah pengunjung sebanyak 50 persen.

“Apabila ada pengunjung ingin melaksanakan padusan tentu kita mempersilakan, asalkan tidak boleh terlalu penuh, hanya 50 persen, agar protokol kesehatan tetap terjaga,” terangnya.

Susilo menambahkan, dalam pelaksanaannya jika pengunjung sudah mencapai kapasitas 50 persen, maka loket akan ditutup. Loket akan dibuka kembali jika sudah ada pengunjung yang keluar dari lokasi pemandian. Mengenai banyaknya jumlah pemandian yang ada di Kota Susu ini, pihaknya menerangkan bahwa ada empat lokasi yang biasa dikunjungi oleh masyarakat. Keempat lokasi itu antara lain, Umbul Sungsang dan Umbul Tirtomarto yang berada di kawasan Pengging, kemudian Umbul Tlatar dan yang terakhir ada di Kecamatan Simo.

BERITA REKOMENDASI