Pemkab Minta Kali Situri Ditanggul Permanen

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo desak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk melakukan penanganan tanggul jebol dengan membangun talud permanen di Kali Situri, Desa Grogol, Kecamatan Weru. Sebab kondisi sekarang sangat merugikan masyarakat khususnya petani setelah banyak sawah terendam banjir dan merusak tanaman padi.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Sabtu (23/12/2017) mengatakan, Pemkab Sukoharjo bersikap tegas dengan mendesak kepada BBWSBS untuk segera bertindak. Kewenangan perbaikan tanggul jebol dan pembangunan talud permanen di Kali Situri, Grogol, Weru berada di pihak BBWSBS.

Kewenangan itu membuat BBWSBS memiliki kewajiban memenuhi permintaan dari masyarakat. Terlebih lagi sekarang keluhan sudah semakin gencar dilakukan. Petani dirugikan dengan kondisi tanggul jebol dan mengakibatkan sawah terendam banjir. Bahkan akibat dari itu banyak tanaman padi mati dan membuat rugi petani.

“Kejadian banjir akibat tanggul jebol Kali Situri, Grogol, Weru tidak hanya sekali dua kali tapi berulang kali sekitar 16 tahun. Kondisi itu jelas merugikan rakyat. Kalau itu kewenangan Pemkab Sukoharjo maka akan langsung ditangani, tapi ini merupakan tanggungjawab BBWSBS dan mereka harus secepatnya bertindak memenuhi keinginan rakyat,” ujar Wardoyo Wijaya.

Bupati mengaku memastikan Kali Situri jadi kewenangan BBWSBS setelah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo.

“Minimal BBWSBS turun ke lapangan dulu cek lokasi dan mendengar keluhan rakyat. Jangan sampai rakyat semakin dirugikan akibat banjir yang merendam rumah dan sawah sampai banyak tanaman padi mati,” lanjutnya.

Bentuk penanganan yang diinginkan masyarakat dan sudah disampaikan ke Pemkab Sukoharjo yakni pembangunan talud permanen oleh BBWSBS. Cara tersebut dianggap menjadi solusi akhir setelah sebelumnya sudah sering dilakukan penambahan tanggul jebol menggunakan karung pasir dan bronjong, usaha tersebut tetap saja gagal dan kembali jebol.

Pemkab Sukoharjo disisi lain juga memberikan perhatian kepada masyarakat khususnya petani. Salah satunya berkaitan dengan usaha pemberian bantuan bibit kepada petani terdampak banjir tanggul jebol Kali Situri, Grogol, Weru.

“Soal tanaman padi mati akan dilakukan pendataan dulu oleh OPD terkait. Data itu harus valid agar tidak salah sasaran. Nanti akan diberikan bantuan ke petani berupa uang untuk membeli bibit padi,” lanjutnya.

Kades Grogol, Kecamatan Weru, Heri Putut mengatakan, banjir sudah sering terjadi. Bahkan banjir berulang kali menyebabkan tanaman padi petani mati. Akibatnya petani mengalami kerugian sangat banyak mencapai jutaan rupiah. Kerugian tersebut untuk membeli bibit padi, pupuk dan perawatan rutin.

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakoso mengatakan, sudah melakukan pengecekan ke lokasi tanggul jebol di Kali Situri, Grogol. Weru. Kondisinya memang parah dan menyebabkan sawah seratusan hektare terendam banjir. Dampaknya menyebabkan banyak tanaman padi mati dan membuat rugi petani.

“Harus segera dicarikan solusi. Tidak sekeda menambal atau menutup lubang tanggul jebol. Namun juga membangunkan talud permanen agar kedepan tidak lagi ada sawah terdampak banjir akibat tanggul Kali Situri jebol,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI