Pemkab Minta Prokes Nataru Diperketat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo sangat serius melakukan pengetatan protokol kesehatan (Prokes) menghadapi Natal dan Tahun Baru. Tiga pos check point disiapkan untuk pemeriksaan sertifikat virus Corona.

“Disatu sisi pemerintah batal menerapkan PPKM Level 3. Apabila dilonggarkan maka rawan dan Pemkab Sukoharjo tetap menerapkan PPKM Level 2 seperti sebelumnya. Namun lebih ketat apalagi setelah dan laporan temuan varian Omicron di Indonesia. Petugas dan masyarakat harus saling mendukung menerapkan prokes agar saat Natal dan Tahun Baru tidak ada lonjakan kasus virus corona,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo, Sabtu (18/12/2021) .

Widodo menegaskan, Pemkab Sukoharjo dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru tidak memberlakukan penyekatan namun pengetatan Prokes.  Hal itu berlaku disemua kegiatan di Kabupaten Sukoharjo. Salah satu sasarannya yakni berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan sektor transportasi.

Pemkab Sukoharjo sendiri melakukan pengetatan Prokes sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang kemudian ditindaklanjuti Instruksi Bupati (Inbup). Kedua aturan tersebut menjadi landasan hukum pengetatan Prokes menghadapi Natal dan Tahun Baru.

“Pendatang yang akan masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo wajib dilakukan pengecekan. Tetap dicek kondisi kesehatannya termasuk sertifikat vaksin,” lanjutnya.

Pengetatan Prokes tersebut diharapkan efektif dalam mencegah risiko penyebaran virus Corona di Kabupaten Sukoharjo menghadapi Natal dan Tahun Baru. Selain mengandalkan check point, Pemkab Sukoharjo juga menerjunkan petugas gabungan untuk melakukan patroli wilayah. Hal ini dilakukan untuk menjangkau wilayah yang yang belum sempat terpantau sekaligus mempersempit ruang pelanggaran Prokes. (Mam)

BERITA REKOMENDASI