Pemkab Sukoharjo Berencana Bangun Sumur Dalam di Watubonang

 SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sumur warga di Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari kering sejak dua bulan terakhir terdampak kamarau panjang. Parahnya lagi Pamsimas yang diandalkan juga tidak mampu menyediakan sumber air bersih untuk warga karena mengalami penurunan debit secara drastis.

Kondisi tersebut memaksa warga harus mencari sumber air bersih sendiri dengan cara membeli atau mengandalkan kiriman bantuan. Warga berharap Pemkab Sukoharjo kedepan mampu memberikan solusi dengan membuatkan sumur dalam.

Kepala Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari Welas Efendi, Minggu (22/9) mengatakan, total ada ratusan kepala keluarga (KK) di wilayah RW 2, 9, 10 dan 11 mengalami masalah kekurangan air bersih karena terdampak musim kemarau panjang. Cuaca panas menyebabkan air sumur warga mengering. Kondisi kekeringan tersebut terjadi setiap tahun. Akibatnya sulit memenuhi kebutuhan rumah tangga. Konsumsi air bersih hanya didapat dengan mengandalkan bantuan dari berbagai pihak.

Bagi warga yang mampu mereka dapat memenuhi kebutuhan air bersih dengan cara membeli ke pedagang keliling. Air bersih bisa dibeli setiap hari dengan jumlah sesuai kebutuhan.

Sumber air bersih sebenarnya bisa didapat warga selain sumur yang dimiliki di rumah. Sumber tersebut berupa sendang yang jaraknya jauh. Warga terpaksa harus menempuh perjalanan panjang untuk bisa mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut membuat sulit warga sehingga mereka enggan mencarinya.
Satu sumber lainnya yang sebenarnya jadi andalan yakni Pamsimas. Namun debit air disini mengalami penurunan drastis sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan warga. Penurunan debit air lebih disebabkan karena faktor cuaca panas akibat kemarau penjang.

"Selama ini warga mengandalkan sumur di rumah dan Pamsimas untuk bisa mendapatkan air bersih. Namun kedua sumber tersebut kering akibat kemarau panjang. Cuaca panas membuat warga sekarang mengalami kesulitan air bersih dan berharap bantuan dari pemerintah dan pihak lain yang peduli," ujarnya.

Bantuan air bersih yang diharapkan warga sudah berdatangan dari sejumlah pihak. Kiriman air bersih untuk sementara dapat membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti masak dan minum. Meski demikian air bersih yang didapat harus dihemat warga. Apabila habis maka warga tetap masih mengalami kesulitan lagi.

"Untuk Pamsimas memang masih ada air meski debitnya sedikit. Warga masih bisa mengambil air dari Pamsimas secara bergiliran," lanjutnya.
Pemerintah Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari berharap Pemkab Sukoharjo memberikan solusi penanganan kekurangan air bersih warga selama musim kemarau. Sebab setiap tahun masalah tersebut selalu terjadi sehingga membuat warga mengalami kesulitan.

"Sudah ada suvei dan sedikitnya ada tiga titik bisa dibuat sumur dalam. Harapannya sumur dalam itu jadi solusi penanganan kekurangan air bersih saat musim kemarau," lanjutnya.
Untuk membangun sumur dalam tersebut Pemerintah Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari meminta bantuan pada Pemkab Sukoharjo. Hal itu berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan biaya yang sangat besar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, sudah mendengar keluhan warga Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari. Pemkab Sukoharjo akan membantu warga mendapatkan sumber air bersih dengan berencana membangun sumur dalam.

Pembangunan sumur dalam diharapkan dapat direalisasikan secepatnya dengan terlebih dahulu menyediakan anggaran. Titik pembangunan sumur dalam nantinya akan dikoordinasikan Pemkab Sukoharjo dengan Pemerintah Desa Watubonang, Kecamatan Tawangsari."Wilayah selatan Sukoharjo memang setiap kali musim kemarau selalu mengalami masalah kekurangan air bersih akibat musim kemarau. Penanganan masalah tidak sekedar mengirim bantuan saja namun juga penyediaan sumber air bersih dengan berencana membangun sumur dalam," ujarnya. (Mam)
 

BERITA REKOMENDASI