Pemkab Sukoharjo Beri Perlindungan 6.512 Penyandang Disabilitas

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo mencatat hingga akhir tahun 2020 ada sebanyak 6.512 disabilitas di Kabupaten Sukoharjo. Pemkab Sukoharjo sudah memberikan perlindungan, penghormatan dan pemenuhan hak disabilitas. Salah satu diantaranya yakni merealisasikan pembangunan sanggar inklusi disemua kecamatan.

Plt Kepala Dinsos Sukoharjo Suparmin saat membacakan sambutan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam acara Program Pendampingan Komunitas Inklusi di Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, Senin (19/04/2021) mengatakan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam kehidupan di masyarakat. Hanya saja memiliki cara berbeda dalam melakukan suatu aktivitas yang tidak dapat mereka lakukan karena keterbatasannya.

Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, penyandang disabilitas mendapat perhatian yang sangat luar biasa dari pemerintah. Hal ini tentunya menjadi satu kebanggan dan harus kita apresiasi bersama karena penyandang disabilitas dapat ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Bentuknya, Pemkab Sukoharjo membuat regulasi yang terkait dengan inklusi seperi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Penyandang Disabilitas. Program dan kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang sudah dilakukan oleh Pemkab Sukoharjo seperti pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas, pembentukan sanggar inklusi setiap kecamatan.

“Dibangunnya gedung sanggar inklusi di tiga lokasi oleh Bupati Sukoharjo yaitu di Sanggar Inklusi Tunas Bangsa Kecamatan Nguter, Sanggar Inklusi Mutiara Bunda di Kecamatan Gatak, Sanggar Inklusi Permata Hari di Kecamatan Polokarto,” ujarnya.

Suparmin menambahkan, Pemkab Sukoharjo kedepan juga akan membangun sembilan sanggar inklusi lagi di sembilan kecamatan. Pembangunan dilakukan untuk membantu disabilitas yang keberadaanya tersebar merata di 12 kecamatan.

Pemkab Sukoharjo juga sudah mempunyai inovasi dengan dibentuknya sanggar inklusi disetiap kecamatan. Jumlah anak berkebutuhan khusus atau anak dengan kedisabilitasan yang ditangani melalui sanggar inklusi sebanyak 518 anak. Selain itu juga dilakukan pembentukan tim rehabilitasi bersumberdaya masyarakat dari tingkat kabupaten sampai kecamatan dan kelurahan dan desa.

Tim tersebut dikatakan Suparmin bertugas membina dan memberdayakan penyandang disabilitas, membantu meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas, mengkoordinasikan kebijakan tim rehabilitasi bersumberdaya masyarakat dengan pemangku kepentingan lainnya, meningkatkan peran pemerintah, swasta, masyarakat dan penyandang disabilitas. (Mam)

BERITA REKOMENDASI