Pemkab Sukoharjo Minta Perbaikan Tangggul Jebol Dipercepat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJAcom – Tiga pekerjaan rumah (PR) masih diminta Pemkab Sukoharjo pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) karena sejumlah kerusakan belum diperbaiki. Ketiganya yakni, normalisasi Kali Langsur di Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo, pembangunan tanggul permanen di Kali Situri Desa Grogol, Kecamatan Weru dan pembangunan tanggul tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Perbaikan tetap diminta mengingat dampak dari kerusakan menyebabkan kerusakan tanaman padi dan keresahan masyarakat.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Senin (09/03/2020) mengatakan, ketiga pengajuan itu merupakan PR lama yang belum direalisasikan BBWSBS sampai sekarang. Pemkab Sukoharjo sudah terlalu sering mengirim surat pengajuan permohonan perbaikan dan juga koordinasi langsung dengan BBWSBS. Namun hasilnya belum ada realisasi dilakukan terhadap satupun pengajuan.

“Kerusakan sudah sangat parah baik di Kali Langsur, tebing sungai di Dalangan dan tanggul jebol Kali Situri di Grogol, Weru. Kemarin yang tanggul jebol Kali Situri, Grogol, Weru menyebabkan tanaman padi terendam air. Dampak itu jelas merugikan kalau petani sampai gagal panen. Kabupaten Sukoharjo sendiri merupakan daerah lumbung pangan dan beras hasil panen jadi stok pangan nasional,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo meminta PR yang belum dikerjakan BBWSBS bisa direalisasikan. Kalaupun belum ada kejalasan, bupati meminta BBWSBS bisa memberikan perkembangan kepada Pemkab Sukoharjo. Sebab informasi tersebut nantinya juga akan diteruskan ke masyarakat terdampak di tiga kecamatan tersebut.

Informasi sangat dibutuhkan masyarakat mengingat saat musim hujan seperti sekarang selalu resah. Sebab Kali Situri, Kali Langsur dan Sungai Bengawan Solo bisa menjadi penyebab bencana alam khususnya banjir dan tanggul jebol.

“Sektor pertanian sangat perlu diselamatkan selain warga masyarakat disekitar. Jangan sampai tanaman padi petani rusak sebab sebelumnya petani sudah merasakan dampak kemarau panjang. Solusinya ya BBWBS harus segera merealisaiskan ketiga PR tersbeut,” lanjutnya.

Bupati menjelaskan, seperti kondisi saat Pemkab Sukoharjo mengajukan permohonan normalisasi Kali Langsur sejak lebih dari lima tahun lalu. Hal sama juga diajukan pada tebing Sungaai Bengawan Solo di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari yang longsor.

“Untuk tanggul jebol di Kali Situri di Desa Grogol, Kecamatan Weru memang sudah parah sering jebol. Disana hanya ditutup sementara menggunakan karung berisi pasir. BBWSBS harus membangun tanggul permanen,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, kondisi ketiga pengajuan perbaikan sudah rusak parah. Kerusakan sudah dilihat DPUPR Sukoharjo ke lokasi baik di Kali Situri, Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kali Langsur, Kelurahan/Kecamatan Sukoharjo dan tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari.

“Rusak sudah parah tapi itu kewenangan BBWSBS dan Pemkab Sukoharjo sudah lama mengajukan permohonan perbaikan pada BBWSBS. Sudah kita lacak surat pengajuannya dan sudah masuk ke BBWSBS,” ujarnya. (Mam)

BERITA TERKAIT