Pemkab Sukoharjo Musnahkan 14.416 KTP-el Invalid

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo melakukan pemusnahan terhadap 14.416 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) invalid. Pemusnahan dilakukan untuk menghindari penyalahgunakan dokumen administrasi kependudukan dengan disaksikan oleh sejumlah petugas terkait. Kegiatan tersebut nantinya juga akan disampaikan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri sebagai laporan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sukoharjo Sriwati Anita, Rabu (19/12/2018) mengatakan, pemusnahan dilaksanakan di komplek perkantoran Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo dengan melibatkan sejumlah petugas terkait. Mereka dilibatkan bersama sebagai saksi melihat secara langsung proses pemusnahan.

KTP-el yang dimusnahkan oleh Dispendukcapil Sukoharjo merupakan administrasi kependudukan invalid. Rincianya, seperti KTP-el rusak, tidak terpakai, blangko invalid karena chipnya tidak bisa dimasukan data dan KTP-el yang sudah tidak sesuai dengan data yang ada. Sebelum dimusnahkan sebanyak 14.416 KTP-el invalid tersebut semuanya dilakukan pengecekan akhir oleh petugas. Setelah dipastikan maka langsung dimusnahkan dengan cara dibakai sampai hangus tidak tersisa.

Adanya pemusnahan KTP-el invalid tersebut sama sekali tidak memiliki dampak bagi warga pemiliknya. Sebab mereka sudah mendapatkan KTP-el pengganti yang sesuai dengan ketentuan. Apabila belum atau hilang maka bisa segera melapor kepada petugas di kantor Dispendukcapil Sukoharjo untuk diproses mendapatkan KTP-el pengganti.

“Pemusnahan KTP-el invalid ini sebagai tindaklanjut dari instruksi pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri. Setelah kami data ditemukan ada 14.416 KTP-el invalid dan semua sudah dimusnahkan dengan cara dibakar,” ujarnya.

Dispendukcapil Sukoharjo sendiri baru kali pertama melakukan pemusnahan KTP-el dengan cara dibakar. Sebelumnya sama sekali belum pernah melakukannya mengingat KTP-el yang tidak terpakai tersebut selalu disimpan di gudang kantor Dispendukcapil Sukoharjo sebagai dokumen. Namun setelah ada instruksi dari pemerintah pusat maka langsung ditindaklanjuti dengan dimusnahkan.

Sebanyak 14.416 KTP-el yang dimusnakan tersebut merupakan hasil pencetakan sejak kali pertama diterapkan. Pada proses pencetakan tersebut petugas selalu mendapatkan kegagalan. Hasil KTP-el invalid kemudian disimpan dan tidak boleh dikeluarkan.

“Setelah ada instruksi dari pusat maka nanti apabila ada proses kegagalan dalam pembuatan KTP-el atau KTP-el invalid maka Dispendukcapil Sukoharjo langsung melakukan pemusnahan setiap hari dengan dibuatkan berita acara dan dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri,” lanjutnya.

Anita menegaskan, secara jelas aturan yang mewajibkan dilakukannya pemusnahan KTP-el invalid tertuang dalam surat edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan KTP-el rusak dan invalid. Instruksi tersebut muncul diduga karena adanya temuan kasus pembuangan atau penyalahgunaan KTP-el disejumlah daerah oleh oknum tertentu. (Mam)

BERITA REKOMENDASI