Pemkab Sukoharjo Siap Realisasikan 5000 Hektar IP 400

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo sangat serius merealisasikan target peningkatan luasan lahan IP 400 empat kali tanam empat kali panen padi dari pemerintah pusat dari 2.088 hektar di tahun 2021 menjadi 5.000 hektar pada tahun 2022 mendatang. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi bersama dengan melibatkan Dinas Pertanian dan Perikanan, camat dan petugas terkait. Target dibidik tidak hanya sukses menjadi lumbung pangan nasional namun juga kabupaten pertama yang akan melakukan ekspor beras dari hasil panen petani sendiri.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat membuka rapat koordinasi bersama dalam rangka tindak lanjut kunjungan kerja Menteri Pertanian Republik Indonesia di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru untuk pengembangan kegiatan IP 400 di aula lantai 10 Gedung Menara Wijaya Pemkab Sukoharjo, Selasa (19/10) mengatakan, ketahanan pangan nasional berkelanjutan dapat dicapai jika produksi pangan nasional dapat terwujud. Dalam kondisi lahan pertanian yang semakin berkurang saat ini, kita hanya dapat mensiasati dengan peningkatan jumlah luas tambah tanam melalui peningkatan indeks pertanaman. Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2021 ini mendapat alokasi bantuan kegiatan optimalisasi peningkatan indeks pertanaman seluas 2.088 hektar yang tersebar di 12 kecamatan.

Hasil kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Desa Tegalsari, Kecamatan Weru pada 12 Oktober 2021, Kabupaten Sukoharjo mendapat kepercayaan untuk menambah luas kegiatan IP 400 di tahun 2022 menjadi seluas 5.000 hektar. Kepercayaan ini diberikan kepada Kabupaten Sukoharjo karena Kabupaten Sukoharjo dianggap berhasil dalam pelaksanaan kegiatan IP 400 di tahun 2021 ini.

Agar kegiatan IP 400 seluas 5000 hektar pada tahun 2022 nanti dapat berhasil dengan baik sesuai yang diharapkan. Etik Suryani menjelaskan maka ada beberapa hal harus dipersiapkan yaitu, Pertama, bagi semua PPL harus melaksanakan identifikasi lokasi di lahan yang sesuai untuk diusulkan menjadi pelaksanaan kegiatan IP 400. Adapun syarat lokasi untuk kegiatan IP 400 ini adalah pada lahan beririgasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, sudah tanam tiga kali dalam setahun dan bukan daerah yang endemis organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Kuncinya keberhasilan di air, mekanisasi dsn penggunaan benih umur genjah. Para PPL juga wajib melakukan pengukuran kadar PA 7,65.

BERITA REKOMENDASI