Pemkab Sukoharjo Wajibkan OPD dan BUMD Minum Jamu Tiap Hari Jumat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo mewajibkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD melaksanakan rutinitas minum jamu setiap hari Jumat. Kegiatan serupa juga diharapkan dilaksanakan oleh pihak swasta. Rutinitas minum jamu sepekan sekali dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus melestarikan tradisi budaya bangsa Indonesia.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Selasa (13/04/2021) memilih jamu sebagai minuman wajib hari Jumat bagi OPD dan BUMD karena sudah menjadi tradisi budaya bangsa Indonesia. Selain itu, Kabupaten Sukoharjo juga telah lama dikenal sebagai kabupaten jamu. Hal itu seperti adanya Pasar Jamu Nguter sebagai pusat perdagangan resmi terbesar jamu di Indonesia.

“Kabupaten Sukoharjo sudah dikenal sebagai sentra jamu. Keberadaanya harus didukung semua pihak agar jamu semakin dikenal dan penjual serta pelaku UMKM jamu semakin berkembang,” ujarnya.

Pemkab Sukoharjo berharap minum jamu menjadi tradisi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebab pemerintah sudah memberikan contoh dan diharapkan diikuti masyarakat. Etik menjelaskan, minum jamu tidak hanya membuat badan sehat apalagi ditengah pandemi virus Corona, tapi juga mengembangkan sektor usaha kecil dan menengah.

“Harapannya BUMD dan swasta juga melakukan kegiatan sama minum jamu setiap hari Jumat. Program ini tidak hanya membuat badan sehat tapi juga memberdayakan pelaku UMKM,” lanjutnya.

Pelaksanaan program minum jamu nantinya bisa direalisasikan OPD dan BUMD bisa memanggil penjual jamu gendong atau penjual jamu masuk ke kantor. Penjual jamu gendong tersebut kemudian bisa menyajikan jamu untuk para ASN dan pegawai di kantor OPD dan BUMD. Koordinasi juga bisa dilakukan dengan melibatkan Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) untuk penyediaan jamu tersebut.

Etik menambahkan, di Kabupaten Sukoharjo sudah ada tempat khusus untuk minum jamu berupa cafe jamu di lingkungan Pasar Jamu Nguter. Cafe jamu tersebut keberadaanya terus didorong Pemkab Sukoharjo agar ramai pengunjung atau pembeli. Kedepan keberadaan cafe jamu akan terus ditambah dengan berencana menempatkannya di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D).

Asisten II Pemkab Sukoharjo Widodo mengatakan, gerakan minum jamu bertujuan untuk memperkuat identitas Sukoharjo sebagai Kabupaten Jamu, mempromosikan usaha jamu, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing bagi pelaku UMKM jamu, serta memfasilitasi pengusaha jamu dengan dibukanya cafe jamu. Di Kabupaten Sukoharjo tercatat ada 2.513 pelaku UMKM memproduksi jamu. Jumlah tersebut sangat banyak tersebar dibeberapa wilayah.

Keberadaan pelaku UMKM jamu terus dipantau Pemkab Sukoharjo agar bisa berkembang. Disisi lain juga mempromosikan agar usaha jamu menjadi bagian dari identitas Kabupaten Sukoharjo.

“Jamu sudah menjadi identitas Kabupaten Sukoharjo. Banyak pelaku UMKM jamu seperti penjual jamu gendong, penjual jamu keliling, warung jamu, penggilingan jamu, pedagang jamu racikan, pengusaha jamu instan dan lainnya,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI