Pemkab Sukoharjo Waspadai Dampak Musim Kemarau

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pemkab Sukoharjo mewaspadai dampak perubahan cuaca ekstrem dari sebelumnya hujan masuk ke musim kemarau membuat warga kekurangan air bersih. Kebutuhan air bersih nantinya akan dibantu pemerintah apabila memang ditemukan kasus kekeringan. Pemenuhan juga dilakukan pada kebutuhan air disektor pertanian dan peternakan.

“Kondisi wilayah terus dipantau melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu camat, lurah dan kepala desa. Dampak kemarau harus diwaspadai pada kekurangan air bersih warga. Kebutuhan nanti akan dibantu dengan melibatkan PDAM sebagai penyuplai bantuan air bersih Pemkab Sukoharjo,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo, Sabtu (06/08/2022).

Widodo menjelaskan, apabila nantinya ada warga kekurangan air bersih terdampak musim kemarau maka pihak mengajukan bantuan melalui desa ke kecamatan dan ditujukan ke Pemkab Sukoharjo. Surat pengajuan nanti akan ditindaklanjuti demi memenuhi kebutuhan air bersih warga.

“Laporan yang saya terima kondisi sekarang sudah ada penurunan debit air bersih di sumur warga. Tapi kebutuhan masih bisa terpenuhi karena memang baru awal musim kemarau. Apabila ada kekurangan maka pihak desa dan kecamatan bisa mengajukan bantuan ke Pemkab Sukoharjo,” lanjutnya.

Pemkab Sukoharjo sudah meminta BPBD memantau dan memetakan wilayah rawan kekeringan. Kondisi air sumur warga dilihat terus agar tidak mengalami kekurangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, mengatakan, BPBD Sukoharjo terus mengikuti perkembangan cuaca resmi dari BMKG dan selanjutnya diinformasikan ke masyarakat. Hal tersebut dilakukan mengingat kondisi cuaca hingga saat ini sering terjadi perubahan ekstrem.

“Sudah beberapa hari memang disebagian wilayah Sukoharjo tidak hujan dan kering. Tapi disebagian lagi masih terlihat mendung meski juga tidak hujan. Perubahan cuaca terus kami pantau termasuk dampak musim kemarau pada kerawanan kekeringan,” ujarnya.

BPBD Sukoharjo memetakan wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau berdampak pada kekurangan air bersih warga berada di Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu. Tiga kecamatan tersebut berada di perbukitan kering. Namun demikian disana sekarang sudah banyak disediakan fasilitas pelayanan air bersih seperti sumur dalam dan Pamsimas. (Mam)

BERITA REKOMENDASI