Pemuda Muhammadiyah Kecam Kekerasan Terhadap Pemuka Agama

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Klaten, Tugiran Hanafi mengecam aksi kekerasan terhadap pemuka agama maupun perusakan tempat ibadah. Ia mendesak kepada aparat kepolisian agar mengusut tuntas para pelaku.

Ketua PDPM Klaten dalam keterangan  persnya, Jumat (16/02/2018) menyatakan umat Islam saat ini tengah terusik dengan munculnya berbagai aksi kekerasan yang ditimpakan kepada para ulama. Bahkan aksi tersebut sudah merambah di Klaten tepatnya di Kecamatan Gantiwarno.

Menurut Tugiran Hanafi, informasi yang ia terima pada hari Selasa (12/02/2018) sekitar pukul 20.30 WIB di Masjid Nur Hidayah Ngandong Gantiwarno telah didatangi seorang laki-laki berusia 40-an tahun berlagak gila dan mengaku asal Jawa Barat. "Saat diinterogasi takmir masjid ,pelaku justru marah lalu pergi. Walaupun akhirnya tidak terjadi aksi kekerasan karena kesiapsiagaan warga, tentunya kejadian seperti itu perlu diwaspadai," kata Tugiran Hanafi.

Tugiran menegaskan, PDPM Klaten mengecam dan mengutuk tindakan kekerasan terhadap para ulama. Pihaknya meminta pihak aparat penegak hukum segera mengusut dan menghentikan kasus kekerasan tersebut sebelum berkembang lebih luas lagi di daerah-daerah.

Kasus kekerasan terhadap para ulama dinilai sebagai bentuk teror. Begitu juga dengan peristiwa kekerasan yang terjadidi gereja Gamping Sleman.

“Karena itu dihadapan negara harusnya ada keseriusan yang sama dalam menangani kasus kekerasan. Kami percaya pihak kepolisian tidak membedakan-bedakan dalam menelusuri kasus kekerasan yang terjadi. Mereka menyadari betul resiko sosial jika kehadiran hukum tidak sesuai harapan," jelas Tugiran Hanafi.

Selain itu, Tugiran Hanafi mengajak kepada Pemuda Muhammadiyah dan Kokam di seluruh cabang, serta seluruh elemen umat Islam untuk tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan aksi kekerasan. Diharapkan memperkuat ukhuwah, agar ada pihak pihak tertentu yang memecah belah dan mengadu domba umat. (Sit)

BERITA REKOMENDASI