Penanganan Corona di Sukoharjo Libatkan RT dan RW

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Enam desa di lima kecamatan di Kabupaten Sukoharjo masih berstatus zona merah. Sebab ditempat tersebut kasus positif virus corona tinggi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo melakukan upaya percepatan penanganan kasus agar status bisa turun normal kembali.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (18/02/2021) mengatakan, enam desa dari total 167 desa dan kelurahan di lima kecamatan dari 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo sesuai data per 17 Februari 2021 diketahui masih berstatus zona merah

Status tersebut disebabkan kasus positif virus corona ditempat tersebut masih tinggi. Warga disana sudah diminta wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu sebagai usaha mencegah peningkatan angka penyebaran sekaligus menekan kasus positif virus corona.

Enam desa di lima kecamatan berstatus positif virus corona tersebut terdapat 125 RT dengan jumlah penduduk ribuan jiwa. Kondisi kesehatan mereka terus dipantau oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo diketahui enam desa di lima kecamatan berstatus zona merah yakni, Desa Puhgogor Kecamatan Bendosari, Desa Kedungsono Kecamatan Bulu, Desa Krajan Kecamatan Weru, Desa Palur Kecamatan Mojolaban, Desa Ngreco Kecamatan Weru, Kelurahan Combongan Kecamatan Sukoharjo.

“Kasus positif virus corona di enam desa di lima kecamatan tersebut masih tinggi dan berstatus zona merah. Data itu dari sumber website corona Jateng,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo sudah melakukan penanganan terhadap kasus positif virus corona khususnya di enam desa di lima kecamatan berstatus zona merah. Penanganan dilakukan dengan rawat inap dan isolasi mandiri.

Mereka sebelum dinyatakan sehat oleh dokter dilarang melakukan aktivitas diluar bertemu dengan orang lain sebagai usaha mempercepat penyembuhan dan memutus penularan ke orang lain.

Yunia menambahkan, percepatan penanganan kasus positif virus corona di Kabupaten Sukoharjo dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dengan melibatkan semua pihak hingga tingkat RT/RW. Dimasing masing desa dan kelurahan hingga RT/RW sudah terdapat petugas dan posko pengawasan. Hal itu dimaksudkan sebagai bentuk pengawasan terhadap aktivitas warga mematuhi protokol kesehatan.

Petugas akan memberikan teguran langsung terhadap pelanggar protokol kesehatan apabila menemukan warga tidak memakai masker. Petugas juga membantu melakukan pengawasan terhadap warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. Warga tersebut dilarang keluar rumah dan bertemu dengan orang lain sebelum dinyatakan sehat oleh dokter.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, mengatakan, Satpol PP Sukoharjo masih terus melakukan operasi masker sebagai bentuk penegakan prokes ditengah pandemi virus corona. Sebab kondisi di Sukoharjo kasus positif virus corona masih tinggi dan temuan tersebar merata di 12 kecamatan. Pemkab Sukoharjo terkait hal tersebut sudah memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona dan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Status KLB virus corona sudah diperpanjang hingga delapan kali sejak pertama kasus virus corona ditemukan di Sukoharjo sekitar Maret 2020 lalu hingga Februari 2021. Selain itu Pemkab Sukoharjo juga melakukan penerapan PPKM yang sudah diperpanjang sebanyak tiga kali yakni, PPKM tahap pertama, PPKM tahap kedua dan PPKM Mikro. (Mam)

BERITA REKOMENDASI