Penanganan Kasus Lambat, Ini Ancaman Kader DPC PDIP Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kasus ujaran kebencian atau pencemaran nama baik diduga dilakukan oleh salah satu akun facebook milik BW dinilai jalan ditempat. DPC PDIP Sukoharjo mendesak kepada Polres Sukoharjo untuk mempercepat penanganan kasus sebab sudah beberapa bulan belum ada perkembangan. Apabila tidak maka kader DPC PDIP Sukoharjo berencana akan turun ke jalan melakukan aksi.

Ketua PAC PDIP Grogol Sukardi Budi Martono, Senin (11/12/2017) mengatakan, sampai sekarang penanganan kasus ujaran kebencian atau pencemaran nama baik di Polres Sukoharjo oleh akun facebook milik BW terhadap DPC PDIP Sukoharjo belum ada kejelasan. Kondisi tersebut membuat kader PDIP Sukoharjo resah dan mendesak penuntasan kasus.
Sukardi Budi Martono mengaku sebagai pelapor jelas ingin kasus ini secepatnya dituntaskan. Sebab sudah cukup lama menunggu dan belum ada kabar kejelasan kapan selesai.

“Kasus ini sepertinya jalan ditempat. Saat kami tanyakan ke Polres Sukoharjo juga belum ada perkembangan. Kami sebagai pelapor jelas meminta penuntasan kasus secepatnya dilakukan,” ujar Sukardi Budi Martono.

DPC PDIP Sukoharjo sering mendapatkan desakan dari para kader terkait kasus untuk segera dituntaskan. Namun kewenangan penanganan menjadi tugas Polres Sukoharjo.  

“DPC PDIP Sukoharjo sudah meminta para kader bersabar. Kami khawatir para kader ini karena terlalu lama diminta menunggu maka sudah tidak sabar dan akan turun ke jalan melakukan aksi,” lanjutnya.

DPC PDIP Sukoharjo sendiri belum mengetahui mengenai kendala yang dihadapi Polres Sukoharjo. “Kami juga bertanya kenapa penanganan kasus ini lambat. Kalau ada kendala dimana kendalanya,” lanjutnya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, penanganan kasus ujaran kebencian atau pencemaran nama baik yang dilaporkan DPC PDIP Sukoharjo terus berjalan. Polres Sukoharjo masih menunggu saksi ahli rujukan dari Mabes Polri untuk membantu penanganan kasus.

“Saksi ahli yang akan dipakai merupakan rujukan dari Mabes Polri dan kami masih mengantre. Sebab saksi ahli itu juga dibutuhkan dibeberapa daerah untuk penanganan kasus serupa,” ujarnya. (Mam)
 

BERITA REKOMENDASI