Pendaftaran 25 Calon Siswa Baru SMKN 3 Klaten Dibatalkan

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Dicurigai salah menginput data, sebanyak 40 calon peserta didik baru SMK Negeri 3 Klaten dipanggil ke sekolah untuk verivikasi data. Mereka diminta datang beserta orangtuanya, dengan membawa dokumen-dokumen asli yang diperlukan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 dibatalkan dan diminta mendaftar ulang dengan input data baru.

Kepala SMK Negeri 3 Klaten, Drs Dionisius Pramuaji saat dikonfirmasi di kantornya Rabu (24/06/2020) mengemukakan, jumlah pendaftar penerimaan peserta didik baru (PPDB) sebanyak 560 anak, sedangkan daya tampung sebanyak 532 siswa. Dalam pelaksanaan PPDB online, hari pertama terkendala jaringan internet, namun mulai hari kedua sudah teratasi.

Pendaftaran sepenuhnya dilakukan secara daring. Sekolah tak bisa lihat dokumen seperti tahun sebelumnya. Sehubungan hal itu, sekolah hanya mengandalkan kejujuran dari masyarakat. “Sebagai gambaran, nilai 5 di rapot jika tidak jujur bisa diinput 8 atau 9. Ternyata di lapangan terjadi seperti itu. Bisa terjadi karena salah input, bisa juga kesengajaan,” kata Pramuaji.

Untuk mengantisipasi kesengajaan, pihak sekolah melakukan validasi, verifikasi dokumen terhadap 40 calon siswa yang dicurigasi ada kesalahan input data. “Ternyata Ditemukan kesalahan input nilai, maupun kesalahan dokumen penghargaan kejuaraan. Kami membantu melayani sisiwa untuk pembatalan dan mendaftar ulang dengan input data yang baru. Mereka diberi toleransi daftar ulang sampai tanggal 25 Juni 2020 pukul 00, secara online,” jelas Pramuaji.

Validasi dan verifikasi terhadap 40 calon peserta didik baru tersebut, utamanya di aplikas input piagam. Yakni, ditemukan ada piagam yang tidak berlaku tetapi diinput, sehingga akan menguntungkan calon peserta didik yang bersangkutan.

Juga dilakukan verifikasi terkait kebijakan pemerintah, terkait prioritas untuk masyarakat yang tidak mampu. “Berharap masyarakat memiliki integritas kejujuran. Jika kita jumpai salah kasih solusi. Namun, kesalahan input nilai harus dibatalkan dan daftar ulang, karena nilai sangat prinsip, ada sebanyak 25. Ada jalur afirmasi untuk masyarakat miskin dibuktikan dengan keikutsertaan program pemerintah seperti KIP, PKH dan sejenisnya. Juga untuk putra putri tenaga medis yang mendukung penanganan Covid 19, serta untuk anak-anak dari panti asuhan,” jelas Pramuaji pula. (Sit)

BERITA REKOMENDASI