Penertiban PGOT, Anggota Satpol PP Sukoharjo Disebar

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penertiban terhadap pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) digencarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo. Petugas melakukan pemantauan disejumlah wilayah termasuk di perbatasan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Minggu (25/2) mengatakan, penertiban sudah dilakukan baik secara internal Satpol PP maupun melibatkan instansi lain di Sukoharjo. Terakhir dilakukan beberapa waktu lalu bersama dengan jajaran Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo.

Heru menjelaskan penertiban terhadap PGOT sekarang sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya karena petugas menertibkan orang gila yang berkeliaran di jalanan. Keberadaanya dianggap meresahkan karena sudah melukai orang disejumlah daerah. Kondisi tersebut membuat aparat keamanan melakukan pengamanan ketat.

“Soal itu orang gila menyerang sejumlah tokoh agama di berbagai daerah kami serahkan ke aparat keamanan terkait. Satpol PP Sukoharjo membantu dalam penertiban dengan penindakan berupa penangkapan. Termasuk juga menertibkan PGOT,” ujar Heru Indarjo.

Dalam beberapa kali penertiban yang dilakukan Satpol PP Sukoharjo berhasil menangkap PGOT. Penangkapan seperti di wilayah Sukoharjo Kota, Bendosari, Kartasura, Baki dan Grogol. 

Penananganan PGOT termasuk orang gila yang ditangkap saat penertiban dikoordinasikan dengan petugas terkait. Seperti para pengemis dan gelandangan diserahkan ke Dinas Sosial dan pati. Khusus orang gila akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta.

Satpol PP Sukoharjo, kata Heru juga mengantisipasi masuknya PGOT dari luar daerah. Pengamanan di wilayah perbatasan diperketat dengan melibatkan pihak kepolisian.

"Misal ada komunitas anak jalanan mereka biasanya datang bergerombol dengan menumpang truk atau mobil bak terbuka. Kalau ada temuan seperti itu maka akan kami tindak bersama pihak kepolisian,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI