Pengamanan Nataru, Sniper Siap Diturunkan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 40 sniper atau penembak jitu diterjukan Polres Sukoharjo dalam Operasi Lilin Candi 2019 untuk mengantisipasi kerawanan tindak kejahatan salah satunya aksi terorisme. 

Keberadaan sniper dirahasiakan dan siap melumpukan teroris yang mengancam keamanan masyarakat. Secara keseluruhan total ada 805 personel dilibatkan dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

Wakapolres Sukoharjo Kompol I Komang Sarjana usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2019 di halaman Pemkab Sukoharjo, Kamis (19/12) mengatakan, teroris masih menjadi ancaman besar dalam pengamanan kegiatan masyarakat khususnya sekarang saat menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2020. Ancaman tersebut seperti terlihat dari pengalaman menghadapi Lebaran lalu ada kejadian ledakan bom dari teroris. Polres Sukoharjo tidak ingin kejadian serupa terulang kembali nanti.

Polres Sukoharjo sesuai dengan instruksi Mabes Polri melakukan pengamanan ketat sebagai bentuk jaminan keamanan pada masyarakat. Salah satunya dengan menempatkan sebanyak 40 sniper atau penembak jitu dari kesatuan Brimob. Para sniper tersebut akan langsung beroperasi setelah apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2019 digelar. Mereka disebar disejumlah titik wilayah tertentu yang dirahasiakan.

“Ada sniper atau penembak jitu ikut dilibatkan dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru. Mereka akan melumpuhkan teroris yang masih jadi ancaman kerawanan keamanan. Seperti saat menghadapi Lebaran lalu muncul aksi teroris di Pos Pantau di bundaran tugu Kartasura,” ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI