Pengawasan Tenaga Kerja Asing Diperketat

BOYOLALI (KRjogja.com) – Dinas Sosial Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Boyolali tingkatkan pengawasan kepada tenaga kerja asing (TKA) di Boyolali, menyusul banyaknya isu Membanjirnya TKA yang masuk ke Indonesia.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Boyolali, Joko Santoso, Selasa (9/8/2016) menjelaskan, berdasar data per bulan Mei 2016, saat ini terdapat 85 TKA di Boyolali yang mayoritas bekerja di jabatan dan bidang tertentu yang diizinkan oleh kementerian. Ia memastikan, TKA di Boyolali mayoritas adalah tenaga ahli yang tersebar di berbagai pabrik dan tak ada yang menjadi buruh kasar.

“TKA yang bekerja di Boyolali berasal dari banyak negara, seperti Korea, India, Perancis, Taiwan, dan Tiongkok. Kalau jumlah pekerjanya sebanyak 85 orang. Namun jika dengan keluarganya, jumlah orang asing di Boyolali sebanyak 115 orang,” kata Joko.

Ia melanjutkan, TKA yang ada di Boyolali seluruhnya legal secara administratif dan sudah memenuhi ketentuan persyaratan keahlian untuk bekerja di Indonesia. Sebab sejak dua tahun terakhir sebelum isu TKA membanjiri Indonesia, pihaknya sudah melakukan pengawasan secara intensif. Namun seiring peningkatan investasi, pihaknya akan meningkatkan pengawasan keberadaan TKA di Boyolali.

Meski salah satu syarat bahwa TKA wajib berkemampuan bahasa Indonesia sudah dihapus ditingkat pusat, namun syarat ini masih digunakan untuk TKA yang masuk Boyolali, mengacu pada Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bahwa TKA yang bekerja si Jateng mampu berbahasa Indonesia dan bersertifikat keahlian. Adanya SE tersebut  juga menjadi salah satu filter untuk mencegah buruh kasar impor masuk ke Jawa Tengah. (M-9)

BERITA REKOMENDASI