Penggunaan Dana Desa 2016 Dalam Pengawasan Inspektorat

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Proyek pembangunan infrastruktur di 150 desa menggunakan dana desa tahap pertama tahun 2016 mendapat pengawasan ketat dari tim pengawas. Petugas melakukan pemeriksaan mulai dari perencanaan hingga realisasi di lapangan.

Inspektur Sukoharjo Djoko Ipung Poernomo, Senin (26/9/2016) mengatakan, pencairan dana desa tahap pertama sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Proses pembangunan infrastruktur sendiri juga telah dilaksanakan disejumlah desa.
Dalam pengawasan tersebut Inspektorat bekerja tidak sendiri dengan tetap melibatkan sejumlah pihak. Mereka diantaranya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD), Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades), Polres, Kodim 0726 dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo.

Banyaknya pihak yang melakukan pengawasan bersama diharapkan bisa menyadarkan desa dalam menggunakan dana desa sesuai keperuntukannya. Desa dilarang keras melakukan penyelewengan meskipun nilainya kecil.

“Sekarang masih dalam pengawasan dan pelaksanaanya tetap seperti tahun sebelumnya sangat ketat karena melibatkan sejumlah instansi,” ujar Ipung.

Dijelaskannya, pada pelaksanaan pembangunan infrastruktur sekarang pihak desa sudah sadar pentingnya penggunaan bantuan sesuai dengan perencanaan. Pihak desa sekarang justru lebih disibukan dan khawatir terhadap pengerjaan proyek pembangunan karena dikejar waktu.

Persoalan tersebut terjadi karena waktu pencairan dana desa tahap pertama sempat molor dari rencana semula Agustus lalu menjadi September. Penyebab molornya tersebut karena pihak desa terkendala persyaratan seperti APBDes dan RAB.

“Kondisi sekarang juga sering hujan dan terus kita pantau. Bukan untuk menakuti namun lebih pada pengawasan agar pelaksanaan sesuai dengan perencanaan dan aturan yang ada,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI