Penggunaan Dana Desa, Inspektorat Cek Hasil Pembangunan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Inspektorat Sukoharjo turun ke lapangan untuk pemeriksaan dan pengecekan langsung hasil pengerjaan proyek desa. Hal itu dilakukan untuk melihat pertanggungjawaban penggunaan dana desa dan alokasi dana desa (ADD). Sejauh ini belum ada temuan pelanggaran yang ditemukan petugas. Meski begitu ada satu desa yakni Desa Geneng, Kecamatan Gatak menjadi sorotan karena dilaporkan warganya yang mempertanyakan pengerjaan dan kualitas bangunan. 

Inspektur Sukoharjo Djoko Ipung Poernomo, Selasa (18/12/2018) mengatakan, pemeriksaan dan pengecekan sudah menjadi agenda dan tugas rutin Inspektorat dalam tugasnya. Petugas diturun langsung ke desa untuk melihat berkas administrasi dan fisik hasil pengerjaan sejumlah pembangunan yang menggunakan dana desa dan ADD.

Untuk mempercepat pemeriksaan Inspektorat menyebar sejumlah petugasnya bersama tim gabungan dari instansi lainnya. Mereka yang dilibatkan seperti dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan aparat penegak hukum dari Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo.

Dana desa dan ADD yang digunakan desa sepenuhnya harus digunakan untuk kepentingan masyarakat. Desa dilarang melakukan penyimpangan sekecil apapun dana tersebut karena sudah ada ketetapan aturannya. Kalaupun nanti ada pelanggaran maka petugas tetap akan melakukan penanganan sesuai bentuk kesalahan yang dilakukan desa.

Hasil sementara pemeriksaan di lapangan Inspektorat Sukoharjo belum menemukan satupun pelanggaran yang dilakukan desa. Meski begitu pemeriksaan masih akan terus dilakukan sampai akhir Desember nanti. 

"Bentuk pemantauan secara langsung dengan melihat hasil pengerjaan pembangunan seperti jalan dan talud sudah kami lakukan. Termasuk pemeriksaan dokumen administrasi dan belum ada pelanggaran. Tapi proses masih jalan terus karena belum selesai semua sampai Desember ini," ujarnya.

Dari 150 desa yang ada di Sukoharjo, Ipung mengakui ada satu desa sekarang sedang menjadi sorotan Inspektorat. Desa tersebut yakni Desa Geneng, Kecamatan Gatak karena dilaporkan sejumlah warganya yang mempertanyakan pengerjaan dan kualitas bangunan menggunakan dana desa dan ADD.

"Khusus untuk Desa Geneng, Kecamatan Gatak saya belum menerima hasilnya. Sebab tim masih bekerja di lapangan. Kemungkinan laporan baru akan diberikan setelah pemeriksaan selesai," lanjutnya.

Ipung menjelaskan, tidak bisa memberikan batas waktu atau perkiraan kapan hasil pemeriksaan diketahui. Sebab tim harus bekerja maksimal mengumpulkan semua keterangan dan bukti di lapangan sebelum dibuat laporan resmi.

"Butuh fakta lengkap dengan meminta keterangan saksi dan melihat langsung hasil pengerjaan bangunan. Jadi butuh waktu banyak. Kalau diberi batas waktu semisal satu atau dua hari saja maka tidak cukup dan hasilnya tidak maksimal," lanjutnya. 

Inspektorat sendiri menerima laporan dari sejumlah warga Desa Geneng, Kecamatan Gatak berkaitan dengan penggunaan dana desa pada akhir November lalu. Warga mempertanyakan tentang sejumlah pengerjaan pembangunan khususnya pada volume proyek. Selain itu warga juga mempertanyakan soal teknis pengerjaan dimana tidak melibatkan masyarakat. (Mam)

BERITA REKOMENDASI