Penghitungan Suara Pilkades bisa di TPS

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penghitungan suara pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 11 Desember mendatang mengalami perubahan. Apabila sebelumnya dilakukan di balai desa maka sekarang bisa dilaksanakan di tempat pemungutan suara (TPS). Perubahan aturan tersebut sudah disosialisasikan ke panitia penyelenggara ditingkat desa.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Sukoharjo Setyo Aji Nugroho, Rabu (31/10) mengatakan, proses pelaksanaan Pilkades pada tahun 2018 mengalami sejumlah perubahan aturan salah satunya berkaitan dengan proses penghitungan hasil pemungutan suara.  Hal itu menjadi aturan baru karena pada penyelenggaraan Pillades sebelumnya proses penghitungan suara dilaksanakan di balai desa. Dalam pelaksanaan aturan baru sekarang menjadi lebih mudah bagi panitia penyelenggara.

Dia menjelaskan pada pelaksanaan penghitungan suara Pillades di masing masing TPS nanti akan diselenggarakan KPPS, seksi penetapan dan penghitungan. Pada proses ini petugas akan meminta saksi dari masing masing bakal calon. "Keterlibatan saksi sengaja dilakukan panitia karena untuk mencegah kecurangan. Selain itu juga sebagai antisipasi munculnya protes dari masing masing calon peserta Pilkades."

Pada pelaksanaan penghitungan suara nanti panitia tidak mengenal istilah hasil imbang atau draw. Artinya harus ada pemenang pada pelaksanaan Pilkades 11 Desember nanti. Hasil pemenang tersebut nantinya akan dilaporkan panitia tingkat desa ke kecamatan dan diteruskan ke kabupaten. 

Adanya salah satu perubahan aturan tersebut sudah disosialisasikan Pemkab Sukoharjo ke masing masing panitia Pilkades ditingkat desa. Dengan demikian maka diharapkan panitia bisa melaksanakan pada saat penyelenggaraan Pilkades.

"Jumlah TPS di masing masing desa dilakukan harus ganjil dan lebih satu titik. Hal itu untuk mengakomodir para pemilih agar bisa menggunakan hak pilihnya," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI