Pengrajin Alumunium Didorong Menuju Industri Kreatif

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Pengrajin alumunium di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo, didorong untuk mengembangkan produk kerajinan untuk meningkatkan nilai ekonomis produk kerajinan.

Kepala Bidang Industri Kreatif Logam dan Pengembangan Wilayah Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Tri Arjono, beberapa waktu lalu menjelaskan, pengrajin alumunium di Desa Kembang Kuning selama ini hanya membuat produk peralatan rumah tangga saja, misal ceret, wajan, dan berbagai perkakas dapur lainnya.

Terbatasnya jenis produk kerajinan yang hanya mempunyai nilai praktis tentu saja kurang bernilai secara ekonomis. Padahal harga bahan baku alumunium saat ini cukup tinggi dan sulit didapat. Selama ini selain dipasarkan di wilayah sekitar, hasil kerajinan alumunium dari Desa Kembang Kuning dijual hingga ke luar jawa.

"Harga jualnya cukup murah, sementara harga bahan bakunya tinggi," terang Arjono.

Untuk meningkatkan nilai produk kerajinan, pihaknya akan mendorong pengrajin alumunium agar lebih kreatif dalam membuat produk. Tak hanya peralatan praktis, namun produknya juga mempunyai nilai seni yang akan mengkatrol harga jual. Menurut Arjono, pengrajin tembaga di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, bisa menjadi percontohan. Dimana mereka dulu juga hanya membuat perkakas rumah tangga. Namun sejak diarahkan untuk memasuki industri kreatif, produk kerajinan tembaga mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi yang otomatis berimbas pada kesejahteraan pengrajin.

Saat ini, pihaknya rajin memberikan pendampingan dan pelatihan kepada pengrajin alumunium di Desa Kembang Kuning agar bisa mengembangkan variasi produk mereka. Pihaknya juga berupaya agar Desa Kembang Kuning, sebagaimana Desa Tumang, bisa menjadi desa tujuan wisata dengan mengandalkan produk-produk kerajinan kreatif.

"Bila produk kerajinannya menarik, pembeli pasti akan mencari sendiri," pungkasnya. (R-11)

BERITA REKOMENDASI