Pengurus RT dan RW Berperan Besar Tangkal Terorisme

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Perlu pemahaman agama yang benar bagi masyarakat agar terhindar dari perbuatan radikal dan terjebak aksi terorisme. Pemkab Sukoharjo ikut berusaha membentengi dengan penguatan nilai nilai luhur budaya bangsa menangkal radikalisme dan terorisme dengan mengundang ketua RT/RW dan tokoh masyarakat di pendapa Graha Satya Praja (GSP), Selasa (04/12/2018).

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, sekarang ini muncul beberapa permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia baik dari internal dan eksternal khususnya menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. Salah satu permasalahan internal yang mengkhawatirkan adalah lemahnya penghayatan agama dan munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit.

Hal ini berakibat lahirnya pemahaman radikal yang memvonis selain kelompoknya adalah salah dan wajib diperangi. Berawal dari pemahaman sempit inilah pada akhirnya menimbulkan aksi terorisme yang bukan hanya merugikan diri sendiri juga merugikan bangsa dengan munculnya korban jiwa, ketakutan dan rasa tidak aman.

Dari eksternal permasalahan yang wajib diwaspadai adalah pengaruh kemajuan teknologi informasi seperti media sosial dan internet. Kemajuan teknologi informasi tersebut jika tidak disikapi dengan bijak maka teknologi tersebut akan merusak sendi sendi dan nilai nilai luhur Pancasila.

"Saya mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk menjaga silaturahmi, persatuan dan kesatuan. Kita bangun kebersamaan sehingga akan terwujud Kabupaten Sukoharjo yang aman damai dan kondusif," ujarnya.

Pemkab Sukoharjo sudah bergerak aktif dengan mengajak serta masyarakat sampai ketua RT/RW diundang bersama. Mereka diajak untuk membantu menjaga kondusifitas wilayah. Salah satunya yakni dengan pengawasan bersama dan menanamkan nilai nilai luhur Pancasila kepada warganya.

"Apabila ada hal hal mencurigakan atau kegiatan yang bisa memicu munculnya sampai menimbulkan keretakan persatuan dan kesatuan maka silahkan masyarakat atau ketua RT/RW segera melapor," lanjutnya.

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi setiap Warga Negara Indonesia (WNI) menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak boleh ada sekecil ruang apapun pihak pihak yang akan memecah belah persatuan tersebut.

"NKRI harga mati harus diwujudkan jangan sampai ada teror yang menakutkan masyarakat. Tidak boleh ada terorisme dan masyarakat harus membantu mewujudkannya," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI