Pensiun Semakin Banyak, Sukoharjo Bakal Kekurangan Guru PNS

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Kebutuhan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sukoharjo pada tahun 2020 mendatang diperkirakan mengalami kekurangan signifikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo meminta kepada pemerintah pusat untuk segera mengambil kebijakan salah satunya dengan mengangkat guru wiyata bakti (WB) atau honorer.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Jumat (29/9/2017) mengatakan, jumlah rata rata PNS pensiun di Sukoharjo sekitar 300 – 400 orang. Dari jumlah tersebut paling banyak merupakan guru PNS dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo.

Banyaknya guru yang pensiun dikhawatirkan bisa menyebabkan masalah pada tahun berikutnya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo memperkirakan akan terjadi kekurangan guru PNS pada tahun 2020 mendatang.

Pada tahun 2020 tersebut terjadi lonjakan jumlah guru PNS pensiun. Sebab guru tersebut berasal dari zaman sekolah inpres sekitar tahun 1970-an. Pensiun massal guru PNS semakin membuat kekhawatiran.

“Harus dilakukan antisipasi sejak dini karena tahun 2020 mendatang di Sukoharjo akan terjadi kekurangan guru karena pensiun massal. Caranya dengan mengusulkan pengangkatan WB atau honorer. Keputusan berada  di pemerintah pusat,” ujar Darno.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo sengaja mengusulkan para WB atau guru honorer karena mereka telah bekerja lama dan mengabdi. Selain itu keberadaanya mereka juga sudah terbukti dalam mendidik siswa di sekolah masing masing. Peran para guru WB atau honorer juga penting tidak kalah dengan PNS.

Di Sukoharjo sendiri perbandingan guru PNS dengan WB atau honorer 70:30. Artinya sebanyak 70 persen guru PNS dan 30 persen guru WB atau honorer. Data tersebut merupakan untuk jenjang sekolah tingkat SM/SMA/SMK. Sedangkan untuk SD jumlah guru PNS tinggal dua atau tiga orang dari kebutuhan ideal enam orang.(Mam) 

BERITA REKOMENDASI