Penuhi Infrastruktur, Sukoharjo Kebut 80 Paket Jalan dan Jembatan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 80 paket kegiatan peningkatan dan pemeliharaan jalan dan jembatan dengan nilai anggaran total Rp 90 miliar siap dikerjakan tahun 2019 ini. Pembangunan dilakukan Pemkab Sukoharjo sebagai bagian dari pemenuhan infrastruktur bagi masyarakat. Proyek diharapakan bisa dikerjakan dan diselesaikan tahun ini.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sukoharjo Sardjito, Jumat (14/6/2019) mengatakan, paket pembangunan fisik pada tahun 2019 memang sangat banyak berupa peningkatan dan pemeliharaan jalan dan jembatan. Proyek tersebar disejumlah wilayah dan tidak hanya disentralkan pada satu titik saja sebagai bagian dari pemerataan pengembangan infrastruktur.

Pemkab Sukoharjo memandang penting keberadaan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Karena itu pembangunan terus dilakukan baik dalam bentuk pemeliharaan maupun peningkatan jalan. Tidak terkecuali jembatan sebagai akses penting penghubung antar wilayah.

"Keberadaan infrastruktur jalan dan jembatan tidak hanya untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan saja. Namun juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Pembangunan jalan akan mempermudah akses transportasi masyarakat dari desa ke kota. Kemudahan tersebut berdampak dengan semakin murahnya biaya yang dikeluarkan masyarakat menuju ke tempat yang dituju.

Plt Kepala DPUPR Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, tahap pengumuman pelaksanaan lelang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sukoharjo. Ada sekitar 32 paket pengerjaan jalan akan dikerjakan pada tahun 2019 ini.

Proses pengumuman lelang sejak awal atau Mei ini diharapkan bisa membuat proses pengerjaan nantinya berjalan lancar. Sebab masih ada cukup banyak waktu untuk merealisasikan baik peningkatan maupun rehab jalan.

“Ada sekitar 32 paket pengerjaan jalan dan sekarang sudah masuk tahap pengumuman lelang. Diharapkan proses lelang sejak awal di LPSE berjalan lancar dan pengerjaan dapat berjalan sesuai perencanaan,” ujarnya.

DPUPR Sukoharjo sengaja melakukan proses lelang sejak awal sesuai dengan instruksi dari Pemkab Sukoharjo. Apabila terlalu lama pelaksanaan lelang akan berdampak pada mundurnya proyek pengerjaan jalan. Sebab jalan yang harus dikerjakan tidak sedikit dan tersebar disejumlah wilayah.

Tidak kalah penting yakni berkaitan dengan besarnya nilai anggaran untuk pengerjaan jalan tersebut. Apabila tidak dikelola dengan baik dikhawatirkan dana akan tidak terserap maksimal.

Data dari LPSE Sukoharjo diketahui beberapa proyek jalan yang masuk tahap pengumuman lelang yakni, pembangunan jalan Bulakrejo – Parangjoro, rehabilitasi jalan Dompilan – Gawangan, rehabilitas jalan Gawanan – Klaseman, peningkatan jalan Tegalan  – Mangkuyudan, rehabilitas jalan Kranggan – Ngabeyan dan lainnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI