Penurunan Tipe RSUD Sukoharjo Diminta Dipercepat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – DPRD Sukoharjo mendukung rencana penurunan tipe Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo dari B menjadi C. Para wakil rakyat berharap penurunan dilakukan secepatnya demi penyelamatan rumah sakit daerah. Kondisi sekarang sudah terjadi penurunan jumlah pasien BPJS dampak dari sistem rujukan berjenjang, hal itu menyebabkan RSUD Sukoharjo mengalami penurunan pendapatan hingga miliaran rupiah.

Anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo Agus Sumantri mengatakan, wacana penurunan tipe RSUD Sukoharjo sudah dimunculkan sejak lama. Namun hingga sekarang belum terealisasi dan menyebabkan rumah sakit terus merugi.

Komisi IV DPRD Sukoharjo berharap wacana penurunan tipe RSUD Sukoharjo dari B menjadi C bisa dipercepat. Dari Pemkab Sukoharjo sendiri sudah memberikan persetujuan. Apabila tidak diproses dari sekarang dikhawatirkan jumlah pasien semakin menurun dan kerugian semakin besar.

“Pilihannya dulu ada dua menunggu perubahan aturan dari pemerintah pusat berkaitan dengan sistem rujukan berjenjang bagi pasien BPJS atau melakukan langkah sendiri menurunkan tipe RSUD Sukoharjo dari B menjadi C. Pilihan tepat sekarang ya menurunkan tipe tersebut kami anggap lebih cepat. Kalau menunggu perubahan aturan sistem rujukan terlalu lama,” jelasnya kepada KRJOGJA.com.

Para wakil rakyat memberikan sorotan terhadak kinerj RSUD Sukoharjo karena ada penurunan drastis jumlah pasien BPJS. Akibatnya pendapatan yang sebelumnya diharapkan besar justru meleset. RSUD Sukoharjo sekarang justru terus mengalami penurunan pendapatan.

“Komisi IV DPRD Sukoharjo akan membahas hal penurunan tipe RSUD Sukoharjo dengan melibatkan pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK),” lanjutnya.

Agus Sumantri melihat, kondisi pelayanan kesehatan di Sukoharjo sebenarnya sangat baik. Mulai dari lihat dari penyediaan rumah sakit, peralatan dan tenaga medis sudah banyak tersedia.

Bahkan RSUD Sukoharjo sebelumnya menaikan tipe dari C menjadi B dengan harapan pelayanan kesehatan pada masyarakat semakin baik. Namun masalah muncul justru setelah ada aturan dari pemerintah pusat berkaitan dengan sistem rujukan berjenjang.

Pasien BPJS tidak bisa memilih sendiri rumah sakit untuk mendapatkan perawatan melainkan harus sesuai aturan. Pasien mulai berobat dari Puskesmas dan boleh meningkakan perawatan ke rumah sakit mulai dari tipe D, C, B baru ke A.

“Kendala yang dihadapi RSUD Sukoharjo pada awalnya memang aturan sistem rujukan berjenjang itu. Tapi melihat kondisinya sekarang memang lebih baik menurunkan tipe,” lanjutnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi mengatakan, Komisi IV DPRD Sukoharjo menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah RSUD Sukoharjo ke Pemkab Sukoharjo. Hal itu dilakukan karena Pemkab Sukoharjo memiliki kewenangan penuh terhadap pengelolaan rumah sakit daerah.

Meski begitu, Komisi IV DPRD Sukoharjo memiliki wacana agar RSUD Sukoharjo bisa dilakukan penataan lagi berkaitan dengan tipe rumah sakit. Artinya posisi sekarang tipe B dikembalikan lagi ke tipe C namun dengan catatan sudah mendapatkan izin persetujuan dari Pemkab Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menginstruksikan upaya penyelamatan kepada RSUD Sukoharjo untuk menurunkan tipe rumah sakit dari B menjadi C. Penurunan tipe terpaksa dilakukan karena kondisi sekarang sepi akibat sistem rujukan berjenjang yang diterapkan pemerintah pusat terhadap pasien BPJS. Hal tersebut terjadi sudah sejak lama dan berdampak pada anjloknya pendapatan hampir satu tahun mencapai miliaran rupiah. (Mam)

BERITA REKOMENDASI