Penutupan Pintu Air Dam Colo Dilaksanakan 15 September

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penutupan pintu saluran air Dam Colo, Nguter dipastikan dipercepat dari rencana sebelumnya 1 Oktober menjadi 15 September. Kepastian tersebut sudah disosialisasikan oleh pihak pengelola dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

Petani sudah bisa menerima keputusan tersebut karena kondisi pertanian di Sukoharjo dianggap aman. Kalaupun rawan hanya terjadi pada 300 hektare sawah di Desa Parangjoro Kecamatan Grogol dan Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo Kota.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Jigong Sarjanto, Jumat (23/08/2019) mengatakan, sudah dipastikan penutupan pintu saluran air Dam Colo, Nguter dilaksanakan pada 15 September. Jadwal tersebut merupakan sejarah karena baru pertama kali penutupan dilaksanakan maju dibandingkan biasanya 1 Oktober.

“Ini sejarah dalam sistem pertanian di Sukoharjo penutupan pintu air Dam Colo, Nguter jadwalnya maju dari sebelumnya 1 Oktober pada Tahun 2019 ini dimajukan menjadi 15 September. Terkait ini petani sudah bisa menerima karena sektor pertanian di Sukoharjo terbilang aman dibandingkan dengan di daerah lain seperti di Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen dan Ngawi, Jawa Timur,” ujarnya.

Aman karena seperti dijelaskan Jigong sebagian besar petani baru saja melakukan panen raya padi. Hasil panen juga melimpah dan mampu dijual sebagai tambahan modal tanam berikutnya. Kalaupun ada tanaman padi belum panen terjadi karena faktor petani. Sebab petani melakukan tanam mundur dari jadwal.

Pengurus P3A Dam Colo Timur memantau masih ada sekitar 300 hektare tanaman padi di Desa Parangjoro Kecamatan Grogol dan Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo Kota saat ini belum panen. Tanaman padi tersebut masih berusia dibawah satu bulan atau 30 hari. Kondisi tanaman pada saat dilakukan penutupan pintu air Dam Colo, Nguter sudah masuk usia dua bulan atau 60 hari.

Dengan usia tersebut tanaman padi dianggap aman dan memiliki ketahanan tinggi. Meski begitu petani tetap harus mengiri sawah agar tanaman padi tetap hidup hingga panen. “Pada saat pintu air Dam Colo, Nguter ditutup maka petani terpaksa harus mencari air sendiri melalui sumur pantek,” lanjutnya.

Jigong memastikan kondisi tanaman padi di Sukoharjo nantinya setelah pintu air Dam Colo, Nguter ditutup tidak ada yang puso. Mayoritas tanaman padi petani sudah panen dan dinimati petani.

“Puso sepertinya tidak ada, tapi itu juga masih menunggu 300 hektare tanaman padi di Parangjoro dan Sonorejo. Petani disana kalau mencari air dari sumur pantek maka tanaman padi bisa panen. Tapi kalau tidak dialiri air jelas nanti berpengaruh pada tanaman,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI