Penutupan Pintu Air Dam Colo Mundur 10 Oktober

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penutupan pintu air Dam Colo, Nguter pada tahun 2020 ini untuk perawatan rutin tahunan mundur dari jadwal semula 1 Oktober menjadi 10 Oktober. Hal itu berdasarkan permintaan petani melihat kondisi tanaman padi masih sangat membutuhkan air. Permintaan petani tersebut sudah dibahas bersama pihak terkait dan dipenuhi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) selaku pengelola Dam Colo, Nguter.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur, Jigong Sarjanto, Sabtu (05/09/2020), mengatakan, rencana awal sesuai jadwal sebelumnya penutupan pintu air Dam Colo, Nguter dilaksanakan pada 1 Oktober. Namun setelah melihat kondisi di lapangan terlihat tanaman padi petani masih sangat membutuhkan air dari suplai Dam Colo, Nguter.

Pengurus P3A Dam Colo Timur melakukan pengecekan langsung kondisi tanaman padi petani sekarang dengan usia tanam satu pekan hingga satu bulan. Dengan kondisi usia tanam 7 hari hingga 30 hari tersebut membuat tanaman padi masih sangat membutuhkan air dari Dam Colo, Nguter pada awal Oktober mendatang.

Pada waktu tersebut kondisi tanaman padi sudah memasuki usia panen dan sebagian lainnya mengeluarkan bulir padi. Apabila kekurangan air maka petani khawatir tanaman padi bisa mati dan berpengaruh pada saat panen.

Atas kondisi tersebut pengurus P3A Dam Colo Timur mengajukan permintaan jadwal penutupan pintu air diundur selama 10 hari dari rencana sebelumnya. Tambahan waktu 10 hari diperkirakan cukup bagi petani menyelamatkan tanaman padi hingga panen. Pengajuan permintaan juga dilakukan setelah melihat stok debit air di Dam Colo, Nguter masih melimpah.

“Jadwal penutupan pintu air Dam Colo, Nguter mundur dari jadwal sebelumnya 1 Oktober menjadi 10 Oktober. Sudah digelar rapat bersama dan diputuskan,” ujarnya.

Jigong menjelaskan, mundurnya jadwal penutupan pintu air Dam Colo, Nguter sudah dibahas dengan melihatkan pihak terkait seperti Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo. Selain itu termasuk BBWSBS selaku pengelola Dam Colo, Nguter ikut dilibatkan dan sudah memberikan keputusan bersama.

“Debit air di Dam Colo, Nguter masih bisa memenuhi kebutuhan petani selama 10 hari atau mundur dari jadwal 1 Oktober sebelum ditutup pada 10 Oktober,” lanjutnya.

Debit air dari Dam Colo, Nguter sekarang untuk pintu timur sebelumnya 18 meter kubik per detik turun menjadi 17 meter kubik per detik. Sedangkan pintu barat dari sebelumnya 4,5 meter kubik per detik menjadi 4 meter kubik per detik. Penurunan disebabkan karena faktor musim kemarau dimana pihak pengelola Dam Colo, Nguter melakukan pengaturan distribusi air agar petani dapat menikmati suplai untuk tanaman padi.

BBWSBS nanti pada saat masa perpanjangan atau mundurnya jadwal penutupan pintu air Dam Colo, Nguter juga mengalami perubahan berupa penurunan. Suplai debit air selama 10 hari terhitung 1 Oktober hingga 10 Oktober untuk pintu timur dari sebelumnya 17 meter kubik per detik menjadi 16 meter kubik per detik. Sedangkan pintu barat tetap sama 4 meter kubik per detik.

“Keputusan mundurnya jadwal penutupan pintu air dan debit air dari Dam Colo, Nguter sudah disosialisasikan ke petani,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI