Penutupan Pintu Air Dam Colo Nguter Dijadwal 11 Oktober

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Jadwal penutupan pintu saluran air Dam Colo Nguter mundur selama 10 hari dari sebelumnya 1 Oktober 2021 menjadi 11 Oktober 2021. Penutupan akan dilakukan selama satu bulan sebagai program rutin tahunan pemeliharaan. Hal tersebut sudah diputuskan bersama dalam rapat melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan petani.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo berharap jadwal baru penutupan pintu air Dam Colo Nguter tidak terlalu berdampak pada petani. Sebab Kabupaten Sukoharjo merupakan daerah pertanian sangat membutuhkan air dari aliran irigasi Dan Colo Nguter untuk meningkatkan hasil panen padi. “Mudah-mudahan tidak sampai mengganggu pertanian dan tidak menimbulkan puso atau kerawanan produksi pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Selasa (28/09/2021).

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo selain memberikan sosialisasi, juga melakukan pemantauan dan pendampingan pada petani. Sebab diharapkan petani jangan sampai mengalami kerugian besar akibat gagal panen. Beberapa wilayah mendapat pemantauan khusus dari petugas karena rawan kekurangan air saat pintu air Dam Colo Nguter ditutup. Sebagai solusi nantinya petani akan mendapatkan air dari sumur pantek dengan menggunakan mesin diesel dari Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo.

Ketua P3A Dam Colo Timur Jigong Sarjanto, mengatakan, sudah menjadi agenda rutin tahunan setiap 1 Oktober setiap tahun dilakukan penutupan pintu air Dam Colo Nguter. Penutupan dilakukan dengan tujuan mengeringkan Dam Colo untuk selanjutnya dilakukan pemeliharaan rutin tahunan. Namun khusus tahun 2021 ini P3A Dam Colo Timur meminta agar penutupan pintu air seperti pada tahun sebelumnya tidak dilakukan. Petani meminta agar pintu air tetap dibuka agar kebutuhan mengairi sawah terpenuhi.

Jigong melanjutkan, berdasarkan pengamatan lapangan P3A Dam Colo Timur melihat musim tanam II (MT II) padi mundur. Hal ini berdampak pada mundurnya MT III padi berikutnya. Kondisi mundur juga terjadi pada panen MT II padi. “Kebutuhan air petani mengairi sawah pada MT III padi sangat besar dan kami lihat volume air di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dan Dam Colo Nguter juga banyak. Jadi P3A Dam Colo Timur meminta agar penutupan pada 1 Oktober nanti tidak dilakukan,” ujarnya.

P3A Dam Colo Timur melihat kondisi berdasarkan hasil pemantauan diketahui petani sebagian besar sudah panen MT II padi. Namun masih ada juga petani yang belum dan masih menunggu panen. Petani yang sudah panen MT II padi sekarang bersiap dan ada yang sudah melakukan MT III padi. Kondisi tersebut baik yang menunggu panen MT II dan sudah masuk mau tanam MT III padi sangat membutuhkan air. Petani bisa mendapatkan air dengan mengandalkan dari aliran Dam Colo Nguter.

P3A Dam Colo Timur sudah meminta kepada BBWSBS untuk tidak melakukan penutupan pintu air Dam Colo pada 1 Oktober nanti dengan mengirim surat. P3A Dam Colo Timur juga mengirim surat ke Bupati Sukoharjo dan Gubernur Jawa Tengah. Hal ini dilakukan agar pihak pemerintah ikut membantu memperhatikan kebutuhan air petani. (Mam)

BERITA REKOMENDASI