Perajin Rotan Bidik Kenaikan Penjualan Pasar Luar Negeri

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Perajin rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak berharap ada peningkatan penjualan dengan sasaran pasar luar negeri. Target ekspor diharapkan naik pada 2018 mendatang seiring semakin banyaknya kunjungan dari sejumlah perwakilan negara dengan mendatangi lokasi Desa Wisata Rotan Trangsan.

Perajin rotan Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Agung, Rabu (13/12/2017) mengatakan, dalam beberapa bulan ini sudah gencar dilakukan promosi kesejumlah daerah di Indonesia. Kegiatan serupa juga disasar untuk pasar luar negeri.

Hasilnya ada peningkatan kunjungan baik wisatawan lokal maupun mancanegara ke perajin di Desa Rotan Trangsan Gatak. Beberapa perwakilan mewakili institusi pemerintahan dan dunia usaha dari berbagai negara juga diketahui datang. Mereka tidak berasal dari wilayah Asia, Amerika dan Eropa.

Kedatangan perwakilan dari berbagai negara tersebut membuat lega para perajin. Sebab perajin berharap ada peningkatan pembelian dengan sasaran pembeli dari luar negeri.

“Diakhir 2017 ini sudah ada sinyal dan kami berharap di tahun 2018 ada peningkatan penjualan dari perajin atau pembelian dari pembeli luar negeri. Target peningkatan ekspor juga dipatok perajin,” ujar Agung.

Perajin sangat berharap peningkatan pembelian dari pasar ekspor menginggat nilai jual lebih tinggi dibanding lokal. Selain itu sistem pembelian juga menggunakan mata uang asing.

“Daya tarik rotan di pasar luar negeri semakin naik sekarang dan kami berharap bisa menguntungkan perajin,” lanjutnya.

Untuk meningkatkan pembelian dari pembeli asing para perajin juga meminta campur tangan pemerintah. Salah satunya berkaitan dengan kebijakan kemudahan promosi dan pengiriman barang ke luar negeri.
Perajin rotan asal Desa Trangsan, Kecamatan Gatak lainnya Rewang mengatakan, pemesanan sekarang masih stabil. Perajin berharap pada tahun 2018 mendatang ada peningkatan pemesanan tidak hanya dari pasar lokal namun juga asing.

“Produksi sekarang justru turun karena terpengaruh cuaca sering hujan membuat proses penjemuran sulit. Tapi pemesanan tetap stabil,” ujarnya.

Kendala hujan disiasati perajin dengan menurunkan jumlah produksi. Hal itu dimaksudkan agar barang yang dihasilkan tidak mengalami kerusakan dan berdampak kerugian.

“Kalau penjemuran tidak maksimal maka berpengaruh pada kualitas produk rotan. Karena sering hujan maka produksi dibatasi,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI