Peralihan Cuaca, Kerawanan Bencana Alam Jadi Perhatian

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Semua wilayah di Sukoharjo masuk kategori rawan bencana alam seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor. Karena itu masyarakat diminta untuk waspada mengingat posisi sekarang sudah masuk peralihan cuaca ke musim hujan. Petugas dari tim gabungan sekarang sudah mendapatkan pelatihan dan koordinasi penanganan bencana alam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Minggu (23/9/2018) mengatakan, kerawanan wilayah dilihat terhadap potensi bencana alam yang bisa timbul. Masing masing wilayah memiliki karakteristik berbeda menyesuaikan kondisi alam. Petugas tidak ingin kecolongan dengan terjadinya bencana alam sampai menimbulkan korban jiwa. Pencegahan dilakukan oleh petugas dengan melibatkan sejumlah pihak termasuk masyarakat.

Wilayah yang memiliki karakter kerawanan terjadi bencana alam seperti banjir berada di dekat aliran sungai, kali dan saluran air. Wilayah tersebut seperti di Kecamatan Nguter, Sukoharjo Kota, Bendosari, Grogol, Polokarto dan Mojolaban. Sejumlah kecamatan tersebut dialiri air dari Sungai Bengawan Solo, Kali Samin, Kali Langsur dan lainnya.

Saat hujan turun kerawanan terjadi banjir muncul karena debit air mengalami peningkatan. Saat air tidak lagi dapat tertampung maka berdampak pada banjir. Karena itu perlu pencegahan bersama dengan melibatkan masyarakat.

"Sebelum terjadi banjir maka perlu dicegah dengan melibatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Masyarakat juga dilibatkan dalam kerja bakti membersihkan sungai apabila kondisinya memang sudah kotor," ujar Sri Maryanto.

Kerawanan terjadinya bencana alam banjir juga sudah dilakukan BPBD Sukoharjo bersama petugas terkait lainnya dengan memberikan pelatihan pada masyarakat. Salah satu materi yang diberikan berkaitan dengan proses evakuasi saat bencana alam terjadi. Masyarakat diajarkan menuju ke tempat menyelamatkan diri dari banjir ke balai desa, kantor kecamatan atau titik evakuasi yang sudah dipersiapkan.

Pemkab Sukoharjo khusus dalam penanganan kerawanan bencana alam banjir sudah dilakukan seperti perbaikan saluran disejumlah wilayah. Bentuknya tidak sekedar pengerukan saja tapi juga pembangunan baru. Hal itu dilakukan agar saluran dapat kembali berfungsi normal mengalirkan air dan tidak lagi menimbulkan banjir.

Kerawanan bencana alam lainnya yakni angin kencang dibeberapa wilayah seperti Kecamatan Grogol, Baki, Mojolaban, Polokarto, Nguter, Tawangsari, Weru dan Bulu. Sampai sekarang angin kencang sudah terjadi dua kali di Kecamatan Mojolaban dan Bulu. Dalam kejadian tersebut mengakibatkan pohon tumbang dan rumah roboh. Beruntung dalam kejadiam tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa.

"Bencana alam angin kencang sangat sulit diprediksi karena bisa datang tiba tiba. Semua wilayah di Sukoharjo rawan dan masyarakat kami minta waspada. Saat peralihan cuaca sekarang sudah ada dua kejadian angin kencang," lanjutnya.

Menghadapi kerawanan bencana alam angin kencang membuat BPBD Sukoharjo meminta pada masyarakat melakukan antisipasi bersama. Salah satunya melakukan perawatan dengan memangkas atau mengurangi ranting pohon. Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan terjadinya pohon tumbang.

"Menghadapi musim hujan kerawanan bencana alam lainnya berupa tanah longsor di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Tawangsari, Weru, Bulu dan Polokarto," lanjutnya.

Di wilayah tersebut masyarakat sudah selalu waspada menghadapi kerawanan tanah longsor. Warga yang tinggal di bawah perbukitan mendapatkan pengawasan penuh dari petugas. Apabila memang dalam kondisi membahayakan maka warga tersebut diminta meninggalkan rumahnya dan mengungsi sementara ke tempat keluarganya yang lain. 

"Hasil pemetaan kami ada temuan kerawanan lain karena tebing sungai longsor atau talud ambrol. Harus ada penanganan berupa perbaikan agar kondisi tersebut tidak semakin parah dan merugikan masyarakat," lanjutnya.

Temuan tebing sungai longsor terjadi di wilayah Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Longsoran sudah terjadi sangat lama dan belum ada perbaikan sampai sekarang. Beberapa warga yang memiliki tanah disana menjadi korban karena terdampak longsor. Sebab aliran Sungai Bengawan Solo disana sangat deras saat hujan turun. 

Akibat kondisi tersebut membuat warga resah dan beberapa orang diantaranya terpaksa pindah rumah. Tebing Sungai Bengawan Solo di Dalangan, Tawangsari sudah sangat parah dengan jarak puluhan meter.

"Penanganan tebing sungai longsor di Dalangan, Tawangsari jadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Kami minta mereka bisa memperbaiki karena longsoran semakin parah," lanjutnya. 

Wakil Komandan SAR Sukoharjo Muclis mengatakan, pada awal peralihan cuaca sekarang yang perlu diwaspadai yakni angin kencang. Kejadian tersebut sudah terjadi dibeberapa wilayah seperi Kecamatan Bulu dan Kecamatan Mojolaban.

"Semua kerawanan bencana alam sudah diantisipasi petugas gabungan. Tapi sekarang kosentrasi penuh pada angin kencang karena paling rawan muncul saat peralihan cuaca," ujarnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI