Peran KST Jaga Kondusifitas Daerah

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Keberadaan Kader Siaga Trantib (KST) sangat penting dalam membantu menjaga kondusifitas daerah di Sukoharjo. Sebab jumlah KST di Sukoharjo terbesar di Provinsi Jawa Tengah mencapai 1.503 orang tersebar di 167 desa dan kelurahan. Tugas mereka melekat dan memiliki tanggungjawab penuh di wilayahnya masing masing.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo, Senin (21/10/2019) mengatakan, KST sudah ada di Sukoharjo sekitar 6 tahun hingga sekarang. Keberadaanya sangat penting dalam membantu menjaga kondusifitas daerah. Sebab KST ada disemua desa dan kelurahan. Mereka tersebar dengan maksud bisa memantau kondisi keamanan di masing masing wilayah.

"Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi luar biasa karena keberadaan KST yang terbesar di Jawa Tengah. KST hadir membantu menjaga kondusifitas daerah," ujarnya.

Di masing masing desa ada sebanyak sembilan KST bertugas. Jumlah mereka tetap sama sejak kali pertama berdiri sejak 2013 lalu hingga sekarang. Apabila ditotal keseluruhan maka ada 1.503 KST tersebar di 167 desa dan kelurahan.

KST selama menjalankan tugas bisa lebih fleksibel membaur dengan warga di masing masing lingkungan RT dan RW. Mereka dapat berkegiatan berbagai acara salah satunya ronda malam. Dengan kegiatan tersebut maka tidak hanya keamanan saja terjamin namun juga menjaga komunikasi dengan warga.

"Masalah keamanan tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan saja. Namun juga kita semua termasuk melibatkan KST," lanjutnya.

Tugas KST dalam menjaga keamanan salah satunya berkaitan dengan deteksi dini mengantisipasi masuknya teroris. Kegiatan dilakukan dengan patroli bersama warga. Sasarannya yakni dengan mengecek identitas khususnya warga pendatang di rumah kos atau kontrakan.

Keberadaan KST yang dekat dengan warga diharapkan bisa segera mengetahui segala bentuk informasi di masyarakat. Apabila menemukan hal mencurigakan maka langsung dilaporkan ke petugas terkait.

“KST kami sudah aktif disemua desa termasuk di lokasi terakhir ada penangkapan terduga teroris. Tapi memang kendala di lapangan banyak rumah kontrakan atau kos dipakai tempat persembunyian dan itu memang butuh kesadaran dan pengetatan pengawasan dari pemilik kos,” ujarnya.

Satpol PP Sukoharjo setelah kejadian ini rencananya akan melakukan patroli pengamanan dengan merazia tempat kos dan kontrakan disejumlah wilayah. Sasaran tidak hanya teroris namun juga pelanggaran lain seperti identitas kependudukan dan mesum.

“Sudah kami petakan di wilayah mana saja tempat kos dan kontrakan rawan. Tidak hanya di Kecamatan Grogol saja namun juga di Kartasura,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI