Perangkat Desa Positif Corona, Tiga Balai Desa di Mojolaban Ditutup

Iwan Setiyono menjelaskan, kasus positif virus Corona pada perangkat desa di Kecamatan Mojolaban bukan berasal dari satu klaster tertentu. Kasus yang ditemukan merupakan kasus positif virus Corona terpisah.

Pelacakan laporan pertama di Desa Plumbon dari perangkat desa yang meninggal dunia awal pekan lalu. Kejadian tersebut kemudian menular ke dua orang perangkat lainnya. Laporan kedua ditemukan di Desa Wirun dimana ada dua perangkat desa terkonfirmasi positif virus Corona.

Temuan kasus perangkat desa terkonfirmasi positif virus Corona juga ditemukan di Desa Bekonang. Hasil tes swab diketahui ada satu perangkat desa terkonfirmasi positif virus Corona. Laporan terakhir ke empat diketahui kasus perangkat desa terkonfirmasi virus Corona pada satu perangkat desa di Desa Sapen terpapar dari keluarga.

“Semua kontak erat masih dalam proses menjalani isolasi mandiri dan pelacakan. Khusus untuk perangkat Desa Plumbon ada delapan orang sudah dinyatakan negatif dan sudah mulai melayani masyarakat lagi,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Mojolaban terus bergerak cepat melakukan pelacakan kontak erat terhadap kasus perangkat desa terkonfirmasi positif virus Corona. Petugas mendata dan menangani orang yang kontak erat dengan perangkat desa untuk mengetahui kondisi kesehatan dan tidak terjadi penularan virus Corona.

Iwan menjelaskan, proses pelacakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kecamatan Mojolaban butuh waktu lama. Sebab banyak antrean uji laboratorium dari fasilitas kesehatan. Upaya penanganan juga dilakukan dengan menutup sementara tiga balai desa. Penutupan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan untuk kepentingan disinfeksi dan sterilisasi.

“Pemerintah desa yang masih ada temuan kasus perangkat desa terkonfirmasi positif virus Corona maka dilakukan penutupan sementara selama lima hari. Penutupan dilakukan demi mencegah penyebaran virus Corona,” lanjutnya.

BERITA REKOMENDASI