Peredaran Miras, Satpol PP Sukoharjo Perketat Pengawasan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Perayaan tahun baru menjadi momen rawan terjadinya sejumlah praktik pelanggaran seperti peredaran minuman keras (miras), rokok ilegal, obat terlarang, pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) dan reklame liar. Karena itu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo mengintensifkan penertiban dibeberapa wilayah.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Minggu (9/12) mengatakan, masing masing kerawanan praktik pelanggaran sudah diantisipasi petugas dengan memperbanyak pengawasan di lapangan. Termasuk pula memberikan penindakan terhadap pelaku pelanggaran dengan sanksi seperti membuat surat pernyataan sampai penyitaan barang.

Pengawasan semakin diperketat sekarang dengan memperbanyak kegiatan penertiban menjelang tahun baru. Beberapa lokasi bahkan diawasi setiap hari karena tingginya kerawanan praktik pelanggaran. Wilayah tersebut yakni di Kecamatan Grogol.

"Semua kerawanan pelanggaran sudah kami antisipasi seperti peredaran miras sampai reklame liar dengan menerjunkan petugas di wilayah rawan semisal di Kecamatan Grogol," ujarnya.

Khusus untuk pengawasan terhadap miras sasaran dilakukan Satpol PP Sukoharjo seperti di tempat hiburan, hotel sampai warung di pinggir jalan. Pada pemilik atau pengelola tempat usaha sudah mendapatkan sosialisasi agar tidak menyediakan atau menjual miras sesuai yang sudah ditentukan dalam aturan.

"Minuman yang kadar alkohol tertentu sepertinya masih diperbolehkan ditempat tertentu dan tidak vulgar. Tapi untuk miras jenis ciu di larang dan ini paling sering ditemukan pelanggaran," lanjutnya.

Antisipasi juga dilakukan Satpol PP Sukoharjo terhadap praktik pelanggaran reklame liar, rokok ilegal, PGOT dan obat terlarang. Khusus untuk reklame liar sudah dilakukan penertiban terhadap petugas setiap hari. Hasilnya selalu ditemukan reklame liar dan oleh petugas kemudian dilakukan penertiban. Apabila tidak dicopot paksa maka bisa menimbulkan kerugian besar bagi Pemkab Sukoharjo. (Mam)

BERITA REKOMENDASI