Perguruan Tinggi di Indonesia Masih Jauh Tertinggal

Editor: Ivan Aditya

KLATEN (KRjogja.com) – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi baik negeri dan swasta di Indonesia untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan. Hal itu agar tercetak sumber daya manusia (SDM) yang handal guna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia menurut versi webometics mengalami ketertinggalan peringkat 500 besar pendidikan tinggi di dunia tahun 2015/2016. Perguruan tinggi itu diantaranya, Universitas Gadjah Mada (UGM) berada di ranking 781, Institut Teknologi Bandung (ITB) ranking 819, Universitas Indonesia (UI) ranking 909, Universitas Airlangga (UNAIR) ranking 1.440, sedangkan Universitas Brawijaya (UNIBRAW) ranking 1.517.

Guna mengejar ketertinggalan itu, Kemenristekdikti memiliki rencana strategis tahun 2015 – 2019 yang menjadi prioritas utama, yakni meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Salah satunya dengan pemberian afirmasi pada perguruan tinggi lemah agar mutunya tidak jauh berbeda dengan perguruan tinggi yang mutunya sudah bagus.

“Perguruan tinggi itu macam-macam karakteristiknya, arah pengembangan tidak harus sama. Ada yang diarahkan pada research university, teaching university, dan penguatan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK),” ujar Staf Khusus Menteri Kemenristekdikti, Abdul Wahid Maktub, usai memberikan kuliah umum di STIKES Duta Gama, Klaten, Kamis (17/11/2016).

Dari upaya itu, Kemenristekdikti menargetkan lima perguruan tinggi di Indonesia untuk bisa masuk dalam peringkat 500 besar pendidikan tinggi di dunia untuk standar Quacquarelli Symonds (QS). Saat ini, menurut versi QS, ada dua perguruan tinggi di Indonesia yang masuk 500 besar pendidikan tinggi dunia tahun 2015/2016, yakni UI dengan ranking 358 dan ITB ranking 431.

“Setelah UI dan ITB, harapan kami dalam lima tahun kedepan ada tambahan tiga perguruan tinggi lagi yang masuk 500 besar dunia, yakni UGM, Institut Pertanian Bandung (IPB) dan UNAIR. Jadi totalnya ada lima perguruan tinggi yang ditargetkan,” ujarnya.

Untuk mencapai itu maka perguruan tinggi harus bisa melakukan inovasi disegala bidang. Kemudian penelitian yang dilakukan sebagian bisa diproduksi secara komersial. Peraturan yang menghambat pengembangan perguruan tinggi juga harus diperbaiki. (R-9)

BERITA REKOMENDASI