Perguruan Tinggi Dituntut Siap Hadapi Era Online

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGA.com – Perguruan tinggi (PT) di Indonesia harus bersiap diri untuk memasuki era online and distance learning (pembelajaran secara online dan jarak jauh). Menurut para ahli, pada masa 10 hingga 15 tahun mendatang pembelajaran perguruan tinggi sudah tidak face to face seperti sekarang.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr Ir Patdono Suwignyo MEng Sc dalam rapat koordinasi pimpinan yayasan dan pimpinan perguruan tinggi swasta rayon II Kopertis wilayah VI Jawa Tengah di Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten, Kamis (08/03/2018). Patdono Suwignyo menjelaskan perguruan tinggi yang beroperasi secara online suatu keniscayaan.

“Kita tak bisa membendung lagi baik dalam atau luar negeri. Di luar negeri semua perguruan tinggi top dunia sudah menjalankan online and distance learning. Para ahli memperkirakan 10 – 15 tahun lagi online and distance learning akan mendominasi perguruan tinggi bukan face to face lagi,” kata Patdono Suwignyo.

Sehubungan hal itu maka Kementrian Ristekdikti mendorong perguruan tinggi negeri dan swasta untuk bersiap diri. Proses pembelajaran lumayan rumit karena tidak tatap muka, tapi penjaminan mutu harus tetap baik sehingga untuk itu perlu sistem yang bagus.

“Ini perlu waktu lama dan investasi besar, kita dorong PTN dan  PTS untuk mempersiapkan diri memasuki online and distance leaning yang masif ini,” tambah Dirjen.

Bagi PT yang tak memiliki kemampuan baik anggaran dan tenaga ahli sendiri, diminta untuk bergabung dengan PT lain. Dengan demikian perguruan tinggi tersebut nanti bentuknya akan menjadi konsorsium – konsorsium dari PTN maupun PTS.

Dirjen juga mengemukakan, untuk pertama kali tahun ini perguruan tinggi asing yang akan masuk di Indonesia adalah dari Australia. Hal itu merupakan bagian dari Indoneisa – Australia Comprehensip Economic Partnership Agreement, yang akan ditandatangani tanggal 16 Maret 2018 mendatang.

PT asing  yang boleh masuk Indonesia hanya PT terbaik di dunia, sehingga area kompetisi bukan lapisan menengah ke bawah melainkan lapisan atas. Yakni PT dengan biaya kuliah sekitar 100 juta per semester. “Jelas PT papan atas, jadi tidak head to head persaingan dengan PT yang uang kuliah Rp 2,5 sampai Rp 10 juta per semester,” tambah Dirjen. (Sit)

BERITA REKOMENDASI