Peringatan Dini Banjir BPBD Sukoharjo Andalkan EWS

SUKOHARJO,KRJOGJA.com –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo selesai memasang lima unit alat early warning system (EWS) disepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan titik lainnya.

Pemasangan dilakukan sebagai alat untuk diandalkan memberikan peringatan dini terhadap ancaman bencana alam khususnya banjir. Keberadaan EWS sangat penting mengingat sekarang curah hujan mengalami peningkatan.

Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto, Minggu (12/1) mengatakan pemasangan EWS sangat penting bagi petugas khususnya dalam memantau perkembangan kondisi debit air di Sungai Bengawan Solo. Pemantauan diperlukan mengingat saat musim hujan rawan terjadi bencana alam banjir. Petugas sangat memerlukan bantuan alat melihat keadaan di lapangan berkaitan dengan pemberian peringatan dini.

Kabupaten Sukoharjo masuk salah satu daerah rawan banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo saat musim hujan datang. Karena itu BPBD Sukoharjo mengganggap perlu adanya dukungan sarana dan prasarana dalam menunjang kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Total ada lima EWS sudah dipasang BPBD Sukoharjo disebar disejumlah tempat. Titik pemasangan masing masing satu unit berada di Dam Colo Pengkol – Nguter, Serenan – Sukoharjo, Bacem – Grogol, Peren – Pranan dan Laban – Mojolaban. EWS dipasang pada tempat yang memiliki tingkat kerawanan banjir tinggi di Sukoharjo.

Lokasi tidak hanya di Sungai Bengawan Solo saja, melainkan juga di Dam Colo, Pengkol, Nguter karena menjadi sumber tampungan sekaligus aliran air dari Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri.

Titik pemasangan EWS juga dilakukan BPBD Sukoharjo di wilayah perbatasan. Seperti di Serenan, Kabupaten Klaten dengan wilayah Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo. Hal sama juga dilakukan di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban yang dekat dengan titik pantau di Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar.

"EWS itu sudah lama dipasang dan sekarang kami cek lagi kondisinya. Semua dalam keadaan baik dan layak pakai. BPBD Sukoharjo sangat mengandalkan alat itu untuk mendukung pemberian peringatan dini ancaman bahaya banjir," ujarnya.
 

 

 

BERITA REKOMENDASI