Permintaan Administrasi Kependudukan di Sukoharjo Meningkat, Ini Penyebabnya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Permintaan administrasi kependudukan dalam dua bulan terakhir mengalami peningkatan signifikan. Paling menonjol yakni legalisir Kartu Keluarga (KK) untuk persyaratan pendaftaran sekolah. Selain itu juga rekam dan cetak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sukoharjo memberikan jaminan pelayanan secara transparan.

Kepala Dispendukcapil Sukoharjo Sriwati Anita, Rabu (16/5/2018) mengatakan, sejak April lalu sampai awal Mei terjadi peningkatan signifikan pelayanan administrasi kependudukan dari masyarakat. Berbagai permohonan diajukan namun paling banyak yakni legalisir KK, pencetakan KK, rekam data KTP-el dan pencetakan KTP-el.

Khusus untuk legalisir KK dalam setiap tahun selalu terjadi peningkatan signifikan pada periode Mei – Juli. Sebab disaat ini banyak permintaan masyatakat untuk memenuhi kebutuhan pendaftaran sekolah.

"Terlebih lagi sekarang sesuai informasi dari masyarakat atau pemohon mau mendaftar sekolah ada rayonisasi dan sebagai buktinya harus bisa menunjukan KK dan legalisirnya," ujar Sriwati Anita.

Dalam sekali permohonan legalisir KK pemohon mengajukan tidak hanya satu lembar saja namun dalam jumlah banyak. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus cadangan apabila sewaktu-waktu mendesak membutuhkannya.

Meski permintaan banyak namun Dispendukcapil Sukoharjo tetap memberikan jaminan penuh pelayanan pada masyarakat. Dalam satu hari petugas menjamin langsung terselesaikan dan tidak sampai terjadi penundaan.

Dispendukcapil Sukoharjo sudah menyiapkan petugas dan peralatan yang dibutuhkan untuk pelayanan pada masyarakat. Termasuk juga mengedepankan transparansi dengan mempercepat akses.

"Permintaan administrasi kependudukan baik rekam dan cetak KTP-el dan KK sekarang juga banyak. Mungkin lagi musimnya karena pada pertengahan tahun apalagi bertepatan momen tahun ajaran baru sekolah, puasa Ramadan dan Lebaran selalu terjadi peningkatan," lanjutnya.

Rekam data KTP-el permintaan paling banyak datang dari pemohon baru atau warga yang baru menginjak usia 17 tahun. Mereka datang dengan kesadaran sendiri ke kantor Dispendukcapil Sukoharjo. Faktor lainnya dikatakan Sriwati Anita juga karena sebelumnya sudah mengirimkan surat edaran ke pihak desa, kelurahan dan kecamatan untuk diteruskan ke RT/RW.

Proses rekam dan cetak KTP-el dijelaskan Sriwati Anita dikebut juga dalam kaitannya dengan persiapan menjelang pelaksanaan Pilgub Jawa Tengah 2018. Hal itu dilakukan menyusul masih adanya temuan beberapa orang warga atau pemilih belum melakukan rekam dan cetak KTP-el.

"Stok blangko cetak KTP-el dan KK masih banyak dan bisa memenuhi kebutuhan masyatakat," lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno mengatakan, benar dalam proses pendaftaran sekolah pada tahun ajaran baru sekarang dan sebelumnya wajib melengkapi dengan legalisir KK. Terlebih lagi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekarang menerapkan aturan rayonisasi.

KK dilampirkan sebagai bukti sah sebagai data warga atau penduduk setempat. Calon siswa baru memiliki hak penuh untuk bisa sekolah disekitar daerah asalnya atau sesuai rayon. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI