Permintaan Legalisir KTP-el dan SKCK Meningkat

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Permintaan legalisir Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan Akta Kelahiran di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sukoharjo dan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Sukoharjo membludak. Dalam satu permintaan bisa mencapai sekitar 200 – 400 orang.

Kepala Dispendukcapil Sukoharjo Sriwati Anita, Selasa (05/12/2017) mengatakan, sejak sekitar tiga sampai empat hari lalu atau saat adanya pengumuman lowongan pengisian perangkat desa terjadi peningkatan permintaan. Permintaan tersebut khususnya untuk legalisir KTP-el dan akta kelahiran sebagai syarat untuk mendaftar sebagai perangkat desa.

Diluar itu ada juga permintaan pembuatan surat keterangan sebagai tanda atau bukti kepemilikan KTP. Surat keterangan dibuat Dispendukcapil Sukoharjo karena pemohon belum bisa atau memiliki KTP-el menunggu antrian cetak.

Dalam satu hari di kantor Dipendukcapil Sukohajro sekarang ada sekitar 400 orang datang. Mereka sejak pagi bahkan sebelum kantor buka sudah mengantre.

“Sebelum pukul 07.00 sudah banyak pemohon antre. Mereka sengaja datang pagi untuk mengambil nomor antrean duluan. Petugas sudah kami siapkan dan memang sedikit kerepotan tapi tetap semua terlayani,” ujar Sriwati Anita.

Untuk proses legalisir KPT-el dan Akta Kelahiran pemohon harus menunggu cukup lama. Hal tersebut merupakan imbas dari banyaknya permintaan atau antrean.

“Syaratnya kalau lengkap maka proses cepat kalaupun lama itu karena banyak antrean. Yang membuat lama pemohon ketika datang belum siap karena ada beberapa syarat masih kurang dan terpaksa harus balik lagi ke rumah,” lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, memang ada kenaikan permohonan administrasi kependudukan untuk melengkapi syarat mendaftar sebagai perangkat desa. Agus mengaku memantau secara langsung kondisi pelayanan di kantor Dispendukcapil Sukoharjo dan semua pemohon dapat terlayani.

“Pada momen tertentu seperti katakanlah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau calon Aparatur Sipil Negara (ASN) pasti permintaan permohonan naik. Hal serupa juga berlaku untuk lowongan perangkat desa karena salah satu syaratnya memang mengumpulkan legalisir KTP-el,” ujarnya.

Sementara itu, Kaur Bin Ops Satintelkam Polres Sukoharjo Iptu Sukimin mengatakan, permintaan permohonan pembuatan SKCK di Polres Sukoharjo mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir. Apabila sebelumnya dalam sehari permintaan hanya 50 orang maka sekarang naik menjadi 2.00 orang. (Mam)

BERITA REKOMENDASI