Permintaan Meningkat, BPOM Jateng Beri Kemudahan Produsen Obat Tradisional

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah beri kemudahan bagi produsen obat tradisional untuk mendapatkan rekomendasi produksi. Sebab permintaan sangat banyak mencapai ratusan pelaku usaha. Hal itu dilakukan demi memfasilitasi produsen obat tradisional yang belum bisa memenuhi syarat mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) .

Kasi Sertifikasi BPOM Jawa Tengah Asih Liza, Senin (2/4/2018) mengatakan, ada banyak produsen obat tradisional di Jawa Tengah dengan tingkatan sebagai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mereka terus mendapatkan pendampingan dan kemudahan dari BPOM Jawa Tengah.

“Misal untuk produsen obat tradisional dengan kategori makloon maka cukup mendapatkan rekomendasi dan belum wajib memiliki sertifikat CPOTB. Pendampingan dan kemudahan terus kami lakukan mengingat pelaku usaha tersebut harus dapat perhatian,” ujarnya.

Produsen obat tradisional dengan kategori makloon tersebut seperti pelaku usaha yang belum bisa membuat produk kapsul sendiri namun harus dibantu pihak lain. Produsen obat tradisional tersebut membutuhkan pendampingan dari BPOM Jawa Tengah.

“Produsen obat tradisional seperti ini cukup mengantongi surat rekomendasi saja,” lanjutnya.

BPOM Jawa Tengah sendiri banyak mendapatkan permintaan surat rekomendasi dari produsen obat tradisional untuk kategori makloon. “Ada ratusan makloon yang minta surat rekomendasi,” lanjutnya.

BPOM Jawa Tengah akan terus mengawasi keberadaan produsen obat tradisional. Sebab pertumbuhan jumlah pelaku usaha dan produk yang dihasilkan terus bertambah banyak. Hal itu terjadi mengingat usaha sektor ini cukup menjanjikan. Selain memberikan keuntungan besar juga mampu membuka banyak lapangan pekerjaan. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI