Pernikahan Bagus Tirto – Siti Pertiwi Satukan Unsur Air dan Tanah

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Paguyuban Bumi Koripan melakukan prosesi budaya pernikahan air dan tanah yang divisualisasikan dengan tokoh rekaan bernama Bagus Tirto serta Siti Pertiwi. Hajat budaya ini diselenggarakan di Padepokan Puser Jagad, Dukuh Koripan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten selama tiga hari sejak Minggu (07/10/2018) hingga Selasa (09/10/2018).

Ketua Paguyuban Bumi Koripan, Agung Bakar mengemukakan acara tersebut untuk mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal. Pengantin laki-laki, Bagus Tirto berwujud sebuah kendi besar yang dihiasi janur dan diarak oleh rombogan keluarga pengantin dengan menggunakan kereta kuda. Pengantin perempuan yang diwujudkan tanah dimasukkan dalam sebuah kendil dan dihiasi janur pula.

Menurut Agung Bakar mengambil tema Bagus Tirto yang mewakili air, diambil dari mata air Umbul Manten Desa Sidowayah Kecamatan Polanharjo. Dinikahkan dengan Siti Pertiwi mewakili unsur tanah yang diambil dari tanah subur tempat tumbuhnya padi rojolele Delanggu. “Dua tahun lalu sudah lamaran Bagus Tirto dan Roro Siti Pertiwi, sekarang ini dilanjutkan untuk akad nikahnya,” kata Agung Bakar.

Selain sebagai sarana menjaga kearifan lokal, ritual ini juga dimaksudkan agar masyarakat bisa menjaga air dan tanah sehingga kelestarian alam akan memberikan kemakmuran bagi masyarakat. “Harapan tanah di nusantara akan membawa kesuburan untuk para petani, dan semua mata air juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Prosesi selama tiga hari dilakukan dengan tanggal 7 sampai 9 Oktober dengan tata upacara Jawa. Dimulai dengan tarub, memebuat dan nebus kembar mayang, kirab, siraman hingga akad nikah kemudian diakhiri dengan syukuran dengan resepsi nanggap wayang. (Sit)

BERITA REKOMENDASI