Pertama di Sukoharjo, Pembuang Sampah Liar Jalani Proses Hukum

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pelaku pembuang sampah liar di timur Jembatan Ngrukem, Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo, MM menjalani proses persidangan tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Senin (5/8/2019). Kejadian tersebut merupakan kasus pertama di Sukoharjo pelaku pembuang sampah liar menjalani proses hukum. Majelis hakim memberikan hukuman pada MM membayar denda Rp 150 ribu atau kurungan penjara selama tiga hari. 

MM sendiri diketahui merupakan warga asal Tegal dan tinggal di rumah kontrakan bekerja sebagai pegawai pedagang martabak di Pasar Cuplik, Sukoharjo. Sidang dipimpin oleh ketua majelis hakim Boxgie Agus Santoso dan dihadiri langsung pelaku pembuang sampah liar, MM. Selain itu hadir juga saksi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo sekaligus pihak yang menangkap basah MM membuang sampah liar, Wahyu Bekti. 

Dalam sidang manjelis hakim menjatuhkan sanksi lebih ringan dari tuntutan sesuai Perda Nomor 1 Pasal 34 Tahun 2011 Jucto Pasal 43 tentang Pengelolaan Sampah. Ancaman hukuman maksimal 3 bulan dan atau denda Rp 50 juta. 

MM usai sidang mengatakan, tidak melihat ada papan larangan membuang sampah di lokasi di Jembatan Ngrukem, Combongan, Sukoharjo pada Sabtu (27/7/2019) sekitar pukul 22.20 WIB. Saat kejadian MM mengaku membuang sampah sebanyak dua kantong plastik dari tempatnya bekerja sebagai karyawan pedagang martabak di Pasar Cuplik, Sukoharjo. 

“Saya baru pertama buang sampah disana. Saya kira disana merupakan tempat pembuangan sampah. Sebab sudah banyak tumpukan sampah,” ujarnya. 

Saksi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo sekaligus pihak yang menangkap basah MM membuang sampah liar, Wahyu Bekti mengatakan, kasus pembuang sampah liar diproses hukum hingga ke pengadilan merupakan baru pertama di Sukoharjo. Proses dilakukan sebagai bentuk efek jera pada pelaku pembuang sampah liar.

“Sebelumnya para pelaku pembuang sampah liar hanya mendapat pembinaan saja. Tapi setelah itu tumpukan sampah semakin banyak dan diharapkan setelah ada proses hukum ini membuat pelaku pembuang sampah liar lainnya jera,” ujarnya.

Wahyu Bekti menambahkan, di Sukoharjo sudah ada aturan tegas yang mengatur soal sampah. Karena itu pelaku pelanggar pembuang sampah liar diharapkan tidak mengulangi perbuatannya lagi. (Mam)

BERITA REKOMENDASI