Pertanian di Kabupaten Boyolali Diharapkan Menjadi Penyangga Pangan Nasional

Editor: Agus Sigit

BOYOLALI, KRjogja.com – Para petani di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak mulai memanen padi jenis Inpari menggunakan mesin Combine Harvester. Di lahan seluas 146 hektar yang terbagi di tiga desa yakni Desa Dibal, Gagaksipat dan Sindon ini mampu menghasilkan sembilan ton gabah kering.

“Sebetulnya hamparan ini cukup luas ada sekitar 146 hektar. Itu irisan tiga desa, jadi Gagaksipat, Sindon dan Dibal. Khusus Dibal sendiri 80 (hektar). Rata rata sebetulnya sembilan ton tetapi tadi diubin (petakan sawah) malah 13 ton,” ungkap Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto usai panen raya padi di kawasan persawahan di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak pada, Rabu (6/10/2021).

Keberhasilan panen padi tersebut ditentukan oleh kekompakan para petani, para anggota kelompok tani, dinas terkait dan lembaga legislatif. Sehingga mampu memenuhi ketersediaan gabah kering hingga akhir tahun 2021 mencapai 44 ribu ton.

“Sampai dengan akhir tahun nanti prediksi kita, kita bisa surplus 44 ribu ton. Jadi kita Insyallah aman,”

Harapannya kegiatan pertanian yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Dibal tersebut bisa diadopsi untuk petani di kecamatan kecamatan lain. Menurutnya, petani di Desa Dibal merupakan pelopor petani yang solid, petani yang mempunyai semangat yang tinggi dan kompak.” imbuhnya.

Senada dengan Bambang Jiyanto, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta mendukung penuh upaya Pemkab Boyolali dalam pemenuhan komoditas padi. Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Boyolali seluas 16.000 agar dapat dipertahankan.

“Untuk mempertahankan lahan LP2B ini karena ini mau tidak mau menjadi penyangga untuk pangan nasional. Ini harus dipertahankan. Di Boyolali memang untuk lahan LP2B itu harga mati tidak boleh untuk digunakan untuk kegiatan atau sarana lainnya,” ungkapnya.(M-2)

 

 

BERITA REKOMENDASI