Pertanian Organik Solusi Kemandirian Petani

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI (KRjogja.com) – Petani organik di Boyolali dan sekitarnya mendeklarasikan untuk berkomitmen dalam mengembangkan dan memperluas penerapan pertanian organik di Kawasan Wisata Tlatar, Kecamatan Boyolali Kota, Rabu (17/08/2016). Pertanian organik lebih ramah lingkungan dan membuat petani menjadi lebih mandiri.

Dalam deklarasi yang didahului dengan upacara peringatan HUT R1 ke 71 tersebut tak hanya didatangi petani dari Boyolali saja, namun juga petani dari Sragen, Banjarnegara hingga perwakilan petani organik dari luar pulau Jawa. Penggagas deklarasi, Nugroho Widiasmadi menjelaskan, hasil pertanian organik lebih menjanjikan di pasaran, sebab harganya lebih tinggi dibanding hasil pertanian non-organik.

Pertanian organik juga bisa menjadi jawaban bagi petani untuk meningkatkan kemandirian petani, misal untuk kebutuhan pupuk. Pertanian organik tak membutuhkan pupuk buatan pabrik sehingga bila dikombinasikan dengan bidang peternakan, pengadaan pupuk bisa diupayakan sendiri. Pupuk organik juga lebih ramah lingkungan dibanding pupuk non organik.

“Dengan tak adanya ketergantungan terhadap pupuk pabrik, petani bisa lebih mandiri dan hemat modal. Dengan kemandirian, posisi tawar petani juga lebih kuat,” terang Nugroho.

Meski demikian, diakuinya upaya untuk mengubah pola pikir petani cukup sulit sebab saat ini ketergantungan petani terhadap pupuk paabrik cukup tinggi dan pertanian organik belum begitu populer di kalangan petani kebanyakan. Meski demikian, pihaknya terus berupaya menyebarkan penerapan pertanian organik. Di komunitasnya saat ini, selain di Jawa Tengah, gerakan pertanian organik sudah menyebar ke jaringannya berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. (M-9)

BERITA REKOMENDASI